diyetekno.com – Keamanan daring anak-anak kini menjadi sorotan utama di seluruh dunia. Saat pemerintah dan raksasa teknologi berlomba menghadirkan solusi, pertanyaan besar muncul: apakah upaya yang ada sudah cukup? Apple, dengan fitur keamanan anak terbarunya di iOS 27 yang diperkenalkan di WWDC 2026, memang membuat langkah maju. Namun, para ahli dan pemerintah menilai inovasi tersebut masih belum menyentuh akar masalah.
Pemerintah Inggris, misalnya, baru-baru ini mengeluarkan ultimatum tiga bulan kepada perusahaan teknologi besar. Mereka dituntut untuk segera menerapkan solusi teknis pada smartphone dan tablet guna mendeteksi serta memblokir gambar telanjang yang melibatkan anak-anak. Ancaman denda besar dan tindakan legislatif menanti jika tuntutan ini tidak dipenuhi. Perdana Menteri Inggris Keir Starmer bahkan secara terang-terangan menyebut Apple dan Google sebagai pihak yang paling bertanggung jawab atas "masalah mengerikan" ini, bahkan mengisyaratkan potensi pertanggungjawaban pidana bagi para petinggi teknologi.

Starmer menunjuk perusahaan AI asal Inggris, SafeToNet, sebagai bukti bahwa tuntutan pemerintah bisa diwujudkan. Perangkat lunak HarmBlock milik SafeToNet mampu memblokir semua konten telanjang di tingkat sistem operasi (OS), bukan hanya di aplikasi tertentu.
Richard Pursey, pendiri dan CEO SafeToNet, dalam wawancara eksklusif, menjelaskan mengapa pendekatan Apple masih memiliki celah. Ia menyambut baik kemajuan Apple, seperti akun anak wajib, persetujuan orang tua untuk unduhan aplikasi baru, dan perluasan deteksi Keamanan Komunikasi untuk konten kekerasan dan grafis. Namun, Pursey menegaskan bahwa perlindungan Apple masih terbatas pada ekosistemnya sendiri, seperti iMessage dan FaceTime.
"Perlindungan ini masih berada di mana Apple memilih untuk membangunnya, yaitu di dalam aplikasi mereka sendiri," kata Pursey. "Dan ini bergantung pada pengembang aplikasi lain seperti Meta atau TikTok untuk membangun perlindungan serupa. Di situlah masalahnya. Platform teknologi telah diberi waktu bertahun-tahun untuk menyelesaikan masalah ini, dan mereka gagal."
Pursey menyoroti bahwa bahaya sebenarnya terjadi di platform di mana pengguna dapat melihat, merekam, dan berbagi konten berbahaya, bukan hanya di aplikasi bawaan Apple. Ketergantungan pada setiap pengembang aplikasi untuk membangun solusinya sendiri merupakan risiko besar bagi keamanan anak. "Kita tidak bisa membiarkan celah apa pun, karena kita tahu para pelaku kejahatan akan menemukannya dan memanfaatkannya," tegasnya.
HarmBlock dirancang untuk menutup celah ini. Ini adalah lapisan perlindungan universal yang berjalan di seluruh perangkat, agnostik terhadap aplikasi, dan bahkan berfungsi di lingkungan terenkripsi ujung ke ujung (E2EE). HarmBlock mencegah melihat, merekam, dan berbagi konten seksual di seluruh perangkat, termasuk siaran langsung dan kamera, tanpa mengumpulkan atau mengirimkan data pengguna, sehingga menjaga privasi.
Menurut Pursey, ini bukan hanya mungkin, tetapi harus menjadi standar. "Kita dulu mengendarai mobil tanpa sabuk pengaman. Tidak ada orang waras yang akan melakukannya sekarang. Jadi, kita perlu terus maju dengan percaya diri dan membuat setiap perangkat di tangan anak aman untuk digunakan," ujarnya.
Perbedaan utama HarmBlock dengan fitur Keamanan Komunikasi Apple adalah sifatnya yang universal. HarmBlock melindungi di seluruh ekosistem, termasuk kamera di aplikasi mana pun, bukan hanya kamera bawaan Apple. Ini berarti masalah seperti sextortion dapat dihentikan di akarnya.
Saat ini, HarmBlock sedang dalam proses untuk tersedia di lebih banyak perangkat dan produsen chipset. SafeToNet yakin mereka sedang menetapkan standar emas untuk keamanan di perangkat. Dengan deteksi bahaya yang lebih cepat dari kedipan mata dan kemampuan menyeimbangkan keamanan dengan privasi, HarmBlock bisa menjadi jawaban komprehensif yang dibutuhkan anak-anak di era digital ini.

