diyetekno.com – Sebuah fenomena aneh tengah meresahkan para pembeli iPhone bekas. Banyak pengguna melaporkan perangkat mereka tiba-tiba meminta verifikasi usia, bahkan di negara yang tidak memiliki aturan ketat terkait hal tersebut. Kisah seorang pengguna di platform media sosial menjadi sorotan, di mana iPhone barunya yang dibeli bekas terus-menerus menuntut konfirmasi umur, padahal ia tinggal di Bulgaria, negara Uni Eropa yang tidak mewajibkan verifikasi identitas untuk akses aplikasi atau layanan tertentu.
Pengguna tersebut mengungkapkan kekhawatirannya akan privasi, menyebut proses verifikasi sebagai "lubang hitam privasi yang besar." Akibat penolakannya, ia tidak bisa mengakses beberapa jenis konten, aplikasi sosial, game GTA, dan berbagai layanan lain yang sudah ia bayar. Baginya, pembatasan konten dan privasi, termasuk potensi pemindaian obrolan, panggilan FaceTime, dan foto galeri, dipaksakan tanpa persetujuan dan kehendaknya.

Misteri ini sempat membingungkan, mengingat hukum Bulgaria tidak mengharuskan pengguna memverifikasi identitas mereka. Namun, petunjuk penting ditemukan dari sebuah negara tetangga yang memang memiliki regulasi ketat. Inggris Raya telah memberlakukan undang-undang yang mewajibkan pengguna memverifikasi identitas untuk mengakses aplikasi dan layanan tertentu di perangkat mereka, dengan tujuan melindungi anak-anak dari bahaya daring. Aturan ini, khususnya Online Safety Act, memicu banyak kontroversi di kalangan pegiat privasi dan mendorong banyak pengguna mengunduh VPN terbaik untuk melindungi identitas mereka serta menghindari persyaratan tersebut.
Titik terang muncul ketika pengguna iPhone di Bulgaria tersebut akhirnya memeriksa nomor model perangkatnya. Informasi ini bisa ditemukan di Pengaturan > Umum > Mengenai. Nomor model iPhone miliknya adalah MFYP4QN/A. Kode "MFYP4" mengacu pada jenis iPhone tertentu, sementara bagian "QN" dari kode tersebut menjadi kunci. "QN" menunjukkan bahwa model ini dijual di wilayah Denmark, Norwegia, Swedia, Islandia, Inggris Raya, dan Israel.
Dengan kata lain, meskipun iPhone tersebut dibeli di Bulgaria, perangkat itu kemungkinan besar diimpor dari Inggris. Seorang pengguna lain di platform yang sama menjelaskan bahwa Bulgaria tidak memiliki kehadiran resmi Apple, sehingga impor adalah jawaban yang paling mungkin. "Jika itu model Inggris, ia akan berperilaku seperti model Inggris," ujarnya, menjelaskan mengapa perangkat tersebut meminta verifikasi identitas, meskipun hukum lokal Bulgaria tidak mengharuskannya.
Perbedaan hukum privasi dan verifikasi usia antarwilayah menciptakan risiko yang nyata. Anda bisa saja membeli iPhone bekas di negara yang tidak mewajibkan konfirmasi identitas, namun tetap dipaksa melakukannya karena perangkat tersebut diimpor dari negara dengan aturan ketat. Situasi ini cukup membingungkan dan berpotensi merugikan konsumen.
Bagi Anda yang berencana membeli iPhone bekas, sangat disarankan untuk memeriksa nomor modelnya terlebih dahulu di aplikasi Pengaturan. Jika kode tersebut mengandung huruf B, KN, QN, Z, ZD, ZF, atau ZM tepat sebelum garis miring (misalnya, MFYP4ZD/A), ada kemungkinan besar itu adalah perangkat dari Inggris. Ini berarti iPhone tersebut mungkin akan bertindak seolah-olah diatur oleh hukum Inggris, terlepas dari di mana Anda membelinya. Persiapan ini penting untuk menghindari konsekuensi tak terduga di kemudian hari.

