diyetekno.com – Sebuah terobosan modifikasi perangkat keras yang mencengangkan baru-baru ini menggemparkan jagat maya. Seorang modifikator jenius berhasil mengubah ponsel Android miliknya menjadi sebuah komputer desktop fungsional, lengkap dengan kemampuan gaming kelas PC. Ide brilian ini diwujudkan dengan cara yang tak lazim, yaitu menjepit perangkat smartphone tersebut di antara dua pendingin CPU raksasa dalam sebuah casing kustom.
Pencapaian luar biasa ini pertama kali terungkap melalui sebuah unggahan di Reddit oleh pengguna bernama ‘ntsow’. Ia memamerkan Nubia Z70 Ultra miliknya yang telah bertransformasi menjadi PC desktop. "Saya mengubah Nubia Z70 Ultra saya menjadi PC desktop dengan DUA pendingin CPU – stabilitas 99%, desktop Linux, dan gaming Windows 1080p Ultra," tulisnya, merangkum esensi dari proyek ambisiusnya.

Secara teknis, proses modifikasi melibatkan pelepasan layar asli ponsel. Layar tersebut kemudian dipindahkan dan dipasang di bagian depan casing akrilik buatan khusus. Bagian inti ponsel, yang menampung chipset Snapdragon, diletakkan secara strategis di antara sepasang pendingin prosesor desktop berukuran besar. Kontak langsung pendingin dengan pelindung chip Snapdragon memastikan efek pendinginan maksimal, sebuah langkah krusial yang memang mengharuskan layar ponsel dilepas.
Dari sisi perangkat lunak, ‘ntsow’ menjelaskan bahwa ia menjalankan desktop Linux XFCE penuh melalui Termux, lengkap dengan akselerasi GPU. Tak hanya itu, sistem ini juga mampu menjalankan aplikasi dan game Windows. Tujuannya jelas, yaitu memanfaatkan ponsel sebagai unit PC utama secara keseluruhan. Untuk menjalankan game PC, ia mengandalkan Wine dan Box64, atau dalam beberapa kasus, emulator Android bernama GameNative.
Berkat sistem pendinginan yang ekstrem ini, chip Snapdragon mobile tersebut dapat didorong hingga batas performa tertingginya. Yang lebih penting, performa puncak ini dapat dipertahankan secara stabil bahkan di bawah beban kerja yang berat dan berkelanjutan. Hasilnya, ponsel yang disulap menjadi PC ini mampu menjalankan game Windows dengan performa yang mengejutkan. Dukungan RAM 24GB yang tersemat pada ponsel tentu saja menjadi nilai tambah yang signifikan, mengingat kapasitas RAM sebesar itu saat ini masih tergolong mahal untuk sebuah PC.
Lalu, bagaimana dengan laju bingkai atau frame rate yang dihasilkan? ‘ntsow’ melaporkan bahwa game The Witcher 3 dapat berjalan pada 20 hingga 30 frame per detik (fps) dengan resolusi Full HD dan pengaturan detail ‘ultra’, bahkan terkadang melampaui 30 fps. Ini adalah angka yang sangat mengagumkan, mengingat ini adalah ponsel Android yang menjalankan game Windows. Chip Snapdragon yang digunakan pun bukan seri terbaru dari Qualcomm, melainkan chip Snapdragon 8 Elite generasi sebelumnya. Menurut ‘ntsow’, chipset Gen 5 yang lebih baru tentu akan menawarkan performa yang lebih tinggi.
Meskipun banyak yang mengagumi, beberapa pihak sempat khawatir dengan suhu yang terekam dalam tangkapan layar The Witcher 3. ‘ntsow’ menjelaskan bahwa suhu tinggi tersebut terjadi karena ponsel berjalan dalam ‘Diablo Mode’, sebuah mode overclocking yang mendorong komponen hingga daya penuh. Jika mode ini tidak diaktifkan, suhu CPU tidak akan sepanas itu, meskipun tentu saja performa mungkin tidak akan mencapai angka di atas 30 fps.
Secara keseluruhan, ini adalah sebuah karya modifikasi yang sangat cerdik dan berani. Seperti yang diungkapkan salah satu komentar di utas Reddit, "Ini adalah salah satu hal paling gila yang saya lihat di Reddit dalam beberapa bulan terakhir." Modifikasi ekstrem ini mungkin saja menjadi pertanda arah masa depan, di mana ponsel akan semakin banyak digunakan sebagai perangkat komputasi utama kita.

