diyetekno.com – Banyak orang mengira iPhone pertama adalah pelopor sejati ponsel pintar. Namun, tahukah Anda ada sebuah perangkat yang lahir jauh sebelum itu, tepatnya 30 tahun lalu pada 15 Agustus 1996, yang sudah menawarkan fitur layaknya komputer mini dalam genggaman? Dialah Nokia 9000 Communicator, sebuah inovasi revolusioner yang mungkin terlupakan dalam sejarah teknologi.
Dari luar, Nokia 9000 Communicator tampak seperti ponsel genggam era 90-an yang bongsor. Namun, begitu dibuka, tersembunyi sebuah keyboard QWERTY lengkap dan layar LCD monokrom berukuran 4,5 inci dengan resolusi 640 x 200 piksel. Perangkat ini dirancang untuk memungkinkan penggunanya bekerja di mana saja, sebuah konsep yang sangat futuristik pada masanya. Iklan-iklan kala itu dengan bangga menonjolkan kemampuannya untuk mengirim faks, email, dan bahkan menjelajahi internet.

Majalah The Independent pada Juli 1996 pernah menulis, "Jika Anda ingin berselancar di web sambil duduk di pub atau di gunung, tunggu hingga 15 Agustus dan Anda akan dapat melakukannya dengan gaya." Tak ada ponsel lain yang menjanjikan kombinasi email, faks, organizer pribadi, dan akses web nirkabel dalam satu perangkat yang (nyaris) bisa masuk saku. Di balik desainnya, terbenam prosesor Intel 386 dan memori 8MB, dengan 2MB dialokasikan untuk penyimpanan pengguna, 2MB untuk menjalankan program, dan 4MB untuk sistem operasi serta aplikasinya.
Ulasan dari Personal Computer World pada Juni 1996 menggambarkan peramban World Wide Web-nya sebagai "bagian perangkat lunak paling spektakuler," menyebutnya sebagai "Buku Telepon Kuning elektronik untuk seluruh dunia." Mereka menambahkan, "Gabungkan keduanya dengan perangkat lunak cerdik dan Anda mendapatkan PDA dengan email, faks, dan yang paling mengesankan, fasilitas penjelajahan web internet. Ini adalah 397 gram paling menarik yang pernah kami lihat selama bertahun-tahun." Meskipun demikian, ada batasan, seperti riwayat panggilan yang hanya menyimpan 10 panggilan keluar, 10 panggilan masuk, dan 10 panggilan tak terjawab.
Aplikasi-aplikasi utama berpusat pada fitur telepon, faks, SMS, email, dan internet. Perambannya mampu menampilkan grafis dan teks, meskipun gambar di web pada tahun 1996 masih sangat langka. Pengguna bisnis menjadi target utama, dengan aplikasi seperti pengolah kata sederhana, kalender, kalkulator, dan jam dunia untuk memudahkan koordinasi lintas zona waktu. Sebagai bonus, tersedia pula komposer nada dering dan opsi koneksi ke komputer untuk pertukaran berkas. Mengemas semua fitur ini ke dalam perangkat yang masih portabel adalah pencapaian luar biasa dari insinyur Nokia, mengingat ia memiliki lebih dari 1.000 komponen, jauh di atas rata-rata 100-150 komponen ponsel kala itu.
Nokia 9000 Communicator bahkan sempat muncul dalam film "The Saint" tahun 1997 yang dibintangi Val Kilmer. Total empat model Communicator dirilis, puncaknya adalah Nokia 9210i Communicator pada tahun 2002 dengan layar berwarna dan memori internal 40MB yang fantastis. Jorma Ollila, CEO Nokia saat itu, pernah menyatakan kepada The Wall Street Journal, "Kami lima tahun lebih maju." Frank Nuovo, mantan kepala desainer Nokia, bahkan mengungkapkan kekecewaannya, "Saya patah hati ketika Apple mendahului konsep ini."
Ironisnya, meskipun Nokia memiliki visi yang jauh ke depan dan bahkan mengembangkan ponsel layar sentuh berwarna berukuran iPad, mereka tidak pernah merasa siap untuk meluncurkannya. Kegagalan ini menjadi pelajaran berharga. Nokia 9000 Communicator, dengan harga sekitar £1.000 (sekitar Rp20 jutaan kurs sekarang), terlalu mahal dan terlalu besar untuk pasar konsumen umum. Apple, dengan iPhone pada 2007, berhasil menggabungkan semua fitur yang ada, membungkusnya dalam desain menarik, antarmuka mudah diakses, dan harga yang lebih terjangkau, sehingga meraih sukses besar di pasar massal.
Meskipun Nokia 9000 Communicator tidak mengubah dunia seperti iPhone, ia tetap menjadi tonggak penting yang membuka jalan bagi evolusi ponsel pintar modern yang kita kenal saat ini. Ia adalah bukti nyata bahwa inovasi seringkali lahir jauh sebelum waktunya, menunggu momen yang tepat untuk benar-benar bersinar.

