diyetekno.com – Dunia teknologi dikejutkan oleh klaim Honor terkait ponsel terbarunya Honor Robot Phone. Perangkat canggih ini disebut-sebut memiliki kemampuan video profesional yang melampaui batas chipset kelas atas seperti Snapdragon 8 Elite Gen 5. Sebuah pernyataan mengejutkan yang memancing rasa penasaran banyak pihak.
Selama ini, kita tahu bahwa chipset adalah otak utama ponsel yang terus berevolusi. Setiap tahun, prosesor ini semakin bertenaga namun seringkali pengguna tidak merasakan perbedaan signifikan dalam penggunaan sehari-hari. Snapdragon 8 Gen 3 yang rilis 2023, misalnya, menawarkan performa yang hampir tak terasa bedanya dengan generasi terbarunya Snapdragon 8 Elite Gen 5 yang kini mengotaki banyak ponsel Android premium. Ini adalah fenomena titik jenuh di mana peningkatan kinerja tidak lagi berbanding lurus dengan pengalaman pengguna.

Namun, Honor mengubah narasi ini. Yang Liu Presiden Teknik Perangkat Keras Honor secara blak-blakan menyatakan bahwa chipset Snapdragon 8 Elite Gen 5 "belum cukup baik" untuk perekaman video kelas profesional. Pernyataan ini disampaikan dalam sebuah wawancara eksklusif saat peluncuran Robot Phone di Tiongkok.
Honor menjelaskan bahwa untuk mengatasi keterbatasan tersebut, mereka mengembangkan chip pemrosesan gambar khusus yang diberi nama Honor Imaging Chip H1. "CPU inti pada Robot Phone memang Snapdragon 8 Elite Gen 5 namun Honor telah mengembangkan Image Signal Processor ISP khusus yaitu Honor Imaging Chip H1. Kebutuhan pemrosesan sangat tinggi sehingga kami harus menggunakan chipset khusus untuk itu bukan hanya chipset Qualcomm" jelas Liu. Ia menambahkan bahwa chipset Qualcomm menawarkan performa sangat baik untuk pemrosesan gambar diam namun untuk video saat ini belum memadai.
Setiap ponsel modern memang dilengkapi ISP yang terintegrasi dalam chipset utamanya. Bahkan Snapdragon 8 Elite Gen 5 adalah chipset seluler pertama yang menampilkan tiga ISP 20-bit menjadikannya sangat mumpuni untuk fotografi. Namun ponsel kamera terbaik seperti Oppo Find X9 Ultra dan Vivo X300 Pro juga menyematkan ISP kustom di samping ISP bawaan chipset untuk meningkatkan performa kamera lebih jauh.
Inilah yang dilakukan Honor dengan Robot Phone. Bedanya Honor tidak menganggap H1 sebagai pelengkap melainkan sebagai tambahan krusial yang memungkinkan Robot Phone dengan gimbal terintegrasi mencapai potensi penuhnya sebagai perangkat perekam video terdepan di pasar.
Chip H1 ini dikembangkan melalui kemitraan strategis dengan produsen kamera film asal Jerman ARRI. Kehadiran H1 memungkinkan pemrosesan gambar real-time langsung di perangkat seperti penyesuaian white balance tone mapping dan kontrol eksposur. Chip ini juga mendukung perekaman 10-bit ARRI LogC3 dan ARRI Wide Gamut 3.
Karya mikro-teknik ini sungguh mengagumkan. ARRI sebuah perusahaan berusia 109 tahun dengan standar kualitas luar biasa tinggi tampaknya hanya bersedia bermitra dengan perusahaan teknologi Tiongkok yang sedang berkembang pesat ini karena Honor mampu menyediakan tingkat daya pemrosesan yang diperlukan untuk menjaga standar tinggi tersebut.
David Bermbach Chief Product Officer ARRI mengungkapkan bahwa piksel sangat berharga bagi mereka. "Bekerja pada Robot Phone adalah tantangan sekaligus peluang karena perangkat produksi massal memiliki fungsionalitas jauh lebih banyak dalam skala kecil dibandingkan perangkat khusus untuk satu industri di mana kami hanya menjual beberapa ribu unit" ujarnya.
"Jadi tugas kami adalah menganalisis semua bagian kecil di modul berbeda yang ada di ponsel dan mencari tahu cara menghubungkannya cara memanfaatkannya untuk mereplikasi sebanyak mungkin alur kerja kami. Dan untungnya daya pemrosesan Robot Phone sangat tinggi" tambah Bermbach.
Selain kamera utama 200MP Robot Phone juga dilengkapi telefoto 200MP dan ultra-wide 50MP. Bermbach melanjutkan bahwa dengan beberapa kamera yang ada mereka harus mencari cara untuk mendapatkan hasil terbaik dari semuanya mengoptimalkan alat yang tersedia untuk menghasilkan gambar yang secara teknis baik dari perspektif mereka dan juga gambar yang secara artistik memukau dari sudut pandang pengguna smartphone.
Hasilnya kamera gimbal 200MP berukuran 1/1.28 inci pada Robot Phone mampu menghasilkan rekaman dinamis berkualitas profesional setara dengan yang bisa dicapai menggunakan gimbal khusus yang lebih besar seperti DJI Osmo Pocket. Perbedaan utamanya tentu saja adalah Anda mendapatkan manfaat gimbal dan ponsel dalam satu perangkat ditambah "pemrosesan standar sinema" dari ARRI seperti yang diungkapkan Liu.
Jelas bahwa Honor Imaging Chip H1 adalah inovasi yang mengesankan. Meskipun Robot Phone memiliki beberapa kekurangan seperti suhu yang terasa panas setelah sesi perekaman panjang dan daya tahan yang belum setangguh ponsel unggulan lainnya para kreator pasti penasaran melihat sejauh mana mereka bisa memaksimalkan kemampuan video uniknya.
"Perangkat ini sangat revolusioner sehingga kami bahkan belum sepenuhnya memahami semua skenario penggunaannya" pungkas Bermbach dengan antusias. Ini menandakan era baru dalam videografi ponsel yang baru saja dimulai.

