diyetekno – Sebagai seorang veteran yang telah menyaksikan evolusi teknologi, saya ingat betul masa-masa merekam wawancara telepon dengan alat perekam kaset analog yang dihubungkan ke gagang telepon. Kini, era digital telah mengubah segalanya; sebagian besar wawancara saya dilakukan melalui Zoom atau Google Meet yang menawarkan fitur perekaman dan transkripsi. Namun, untuk kemudahan dan efisiensi, saya sering kali kembali mengandalkan iPhone saya, khususnya fitur tersembunyi di aplikasi Catatan (Notes) yang belakangan ini saya eksplorasi.
Mungkin sebagian dari Anda sudah akrab dengan kemampuan merekam audio di iPhone, yang biasanya tersembunyi di balik ikon ‘Lampiran’ berbentuk penjepit kertas. Namun, yang mungkin belum banyak diketahui adalah bahwa sejak pembaruan iOS 18, aplikasi Catatan ini kini juga mampu melakukan transkripsi percakapan secara otomatis. Ini adalah fitur yang sangat membantu. Bahkan saat saya melakukan wawancara video, saya cukup meletakkan iPhone di dekat laptop. Ia akan merekam audio percakapan dengan sendirinya, memungkinkan saya fokus pada narasumber tanpa terdistraksi oleh aktivitas mengetik yang terburu-buru.

Dengan transkripsi yang tersedia di layar, saya bisa mengetuk kata apa pun untuk langsung melompat ke bagian percakapan yang relevan. Fitur ini krusial, mengingat akurasi transkripsi tidak selalu 100% sempurna. Namun, ada satu kelemahan signifikan dari kemampuan transkripsi Catatan di iPhone: ia tidak dapat mengidentifikasi pembicara. Ini menjadi masalah besar, terutama saat saya mewawancarai lebih dari satu orang. Saya harus mendengarkan ulang audio dan memberi label secara manual, sebuah proses yang memakan waktu dan kurang efisien.
Berbeda dengan iPhone, ekosistem Android menawarkan aplikasi Perekam Suara (Voice Recorder) gratis yang tersedia di hampir semua ponsel Android modern, termasuk lini Google Pixel terbaik, Samsung Galaxy S25, hingga perangkat lipat seperti Galaxy Z Fold 7 saya. Keunggulan utamanya bukan hanya pada akurasi perekaman yang setara atau bahkan lebih baik dari Catatan iPhone, melainkan kemampuannya untuk mengidentifikasi beberapa pembicara. Memang, pembicara tidak diberi nama spesifik, melainkan dilabeli ‘Pembicara 1’, ‘Pembicara 2’, dan seterusnya. Namun, konsistensi ini sangat membantu saya dalam memindai transkripsi dan menemukan kutipan atau detail penting dari setiap narasumber. Sama seperti Catatan, saya juga bisa mengetuk kata apa pun untuk memutar ulang bagian rekaman tersebut dan memverifikasi transkripsi.
Tak hanya itu, Galaxy Z Fold 7 saya, berkat integrasi Galaxy AI, juga dapat meringkas rekaman secara otomatis. Ringkasan yang dihasilkan jauh lebih terorganisir dan komprehensif, memberikan gambaran cepat tentang poin-poin penting dalam percakapan.
Tentu saja, tidak semua orang memiliki dua ponsel atau platform berbeda untuk diandalkan. Bagi sebagian besar pengguna, saya yakin fitur transkripsi di Catatan iPhone sudah cukup memadai. Namun, sebagai seorang pengulas, saya sangat berharap Apple akan segera menambahkan identifikasi pembicara dan meningkatkan kemampuan ringkasan AI-nya di versi iOS mendatang, mungkin di iOS 27. Persaingan ini akan sangat menarik untuk diikuti!
Berikut adalah perbandingan singkat fitur perekaman dan transkripsi antara iPhone Notes dan Perekam Suara Android:
| Fitur/Aspek | Catatan (Notes) iPhone (iOS 18+) | Perekam Suara Android (Google Pixel, Samsung, dll.) |
|---|---|---|
| Perekaman Audio | Ya | Ya |
| Transkripsi Otomatis | Ya | Ya |
| Identifikasi Pembicara | Tidak | Ya (sebagai Pembicara 1, Pembicara 2, dst.) |
| Ringkasan AI | Tidak ada (di Catatan) | Ya (dengan Galaxy AI pada perangkat tertentu) |
| Akurasi Transkripsi | Baik, tapi tidak 100% sempurna | Baik, seringkali lebih akurat |
| Kemudahan Navigasi | Ketuk kata untuk melompat ke audio | Ketuk kata untuk melompat ke audio |
| Ketersediaan | iPhone dengan iOS 18+ | Hampir semua ponsel Android modern |
Ikuti diyetekno.com di Google News dan tambahkan kami sebagai sumber pilihan Anda untuk mendapatkan berita, ulasan, dan opini ahli di feed Anda. Pastikan untuk mengklik tombol Ikuti! Tentu saja, Anda juga dapat mengikuti diyetekno.com di YouTube dan TikTok untuk berita, ulasan, unboxing dalam bentuk video, dan mendapatkan pembaruan rutin dari kami di WhatsApp juga.

