diyetekno.com – Kabar kurang menyenangkan bagi para penggemar Apple. Diperkirakan harga iPhone terbaru Anda, terutama model yang lebih terjangkau, akan melambung tinggi mulai September mendatang. Kenaikan harga ini bukan tanpa sebab, melainkan dampak langsung dari krisis memori RAM global yang kini menghantam raksasa teknologi tersebut. Apple baru-baru ini telah menaikkan harga sejumlah produk andalannya seperti MacBook, Mac, iPad, dan HomePod.
Perusahaan berlogo apel tergigit itu mengakui bahwa penyebab utamanya adalah lonjakan permintaan memori dan penyimpanan yang luar biasa, dipicu oleh ekspansi pesat pusat data kecerdasan buatan (AI). Fenomena ini menciptakan kelangkaan komponen yang berulang kali terjadi, membuat segala sesuatu mulai dari perangkat gaming canggih hingga penyimpanan dan memori menjadi semakin mahal.

Tim Bajarin, pendiri Creative Strategies dan analis teknologi senior, mengungkapkan pandangannya yang suram. "Kita belum mencapai titik terendah dan akan butuh waktu lebih lama untuk bangkit," ujarnya. Menurut Bajarin, Apple sebenarnya sudah menahan diri selama mungkin, namun pada akhirnya "tidak punya pilihan" selain menaikkan harga.
Bajarin bahkan memperkirakan krisis ini bisa berlangsung bertahun-tahun. Dalam kolomnya di Forbes, ia menjelaskan bahwa hanya ada segelintir pabrik memori besar yang beroperasi, dan semuanya sudah bekerja maksimal. Sementara itu, pembangunan pabrik baru membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk beroperasi penuh. "Saya melihat kelangkaan memori ini setidaknya akan berlangsung dua tahun lagi," tegasnya. Prediksi ini sejalan dengan pernyataan CEO Micron, Sanjay Mehrotra, yang menyebutkan kondisi ketat akan berlanjut hingga setelah tahun 2027 akibat permintaan AI dan kendala pasokan struktural.
Meskipun kenaikan harga terbaru belum menyentuh iPhone, Apple Watch, dan AirPods, pernyataan Apple mengenai alasan kenaikan harga ini sangat mengindikasikan bahwa mereka belum selesai. "Kami telah melindungi pelanggan kami dari kenaikan ini sejauh ini, tetapi kami kini telah mencapai titik di mana kami perlu mulai menaikkan harga pada sejumlah produk, termasuk kenaikan hari ini untuk iPad dan Mac." Frasa kunci "perlu mulai menaikkan harga" ini membuka pintu lebar-lebar bagi kenaikan lebih lanjut, dan banyak pihak yakin iPhone 18 yang akan datang pada September nanti tidak akan luput.
Namun, situasinya bisa lebih buruk lagi. Bajarin menyoroti krisis keterjangkauan. Tren harga/performa yang telah kita saksikan selama puluhan tahun – teknologi yang lebih cepat dan baik dengan harga lebih rendah – kini berbalik arah. Krisis komponen ini mempersulit pembuatan perangkat dengan harga terjangkau, karena salah satu komponen kunci, yaitu memori, menjadi jauh lebih mahal. Bukti nyata sudah terlihat dari pembatalan model terjangkau Nothing sebagai respons terhadap krisis RAM. Konsumen iPhone Pro, Pro Max, atau iPhone Air mungkin tidak terlalu terpengaruh, namun kenaikan drastis pada model dasar seperti iPhone 18 bisa membuat ponsel ini sulit dijangkau. Dampak ini juga akan terasa pada ponsel Android, terutama model terjangkau yang banyak beredar di seluruh dunia, karena semua produsen mendapatkan pasokan memori dari segelintir pemasok yang sama.
Pada akhirnya, anggapan bahwa Apple bisa bertahan selamanya dari krisis RAM yang dipicu oleh ledakan AI ini adalah sebuah kekeliruan. Apple bukanlah perusahaan ajaib, dan memori RAM tidak tumbuh begitu saja di pohon. Kita semua harus bersiap menghadapi beberapa tahun yang sulit di industri teknologi.

