diyetekno.com – Kabar kurang menyenangkan datang dari raksasa teknologi Apple. CEO Tim Cook beberapa waktu lalu mengisyaratkan bahwa kenaikan harga produk-produk mereka tak terhindarkan. Pemicunya tak lain adalah krisis komponen komputasi yang terus berlanjut. Jika Anda berharap badai ini akan berlalu, bersiaplah untuk kecewa, sebab biaya perangkat Apple diprediksi bakal meroket dalam waktu dekat.
Prediksi ini diperkuat oleh jurnalis Bloomberg, Mark Gurman, yang melalui akun X-nya menyatakan bahwa lonjakan harga tersebut "sangat mungkin terjadi dalam waktu dekat". Gurman bahkan menegaskan bahwa perubahan ini "akan segera terjadi" dan bukan sesuatu yang akan menunggu hingga musim gugur. Ia juga menyoroti program diskon "back to school" Apple yang biasanya berlangsung di musim panas, mengisyaratkan bahwa ini mungkin strategi untuk meredam dampak kenaikan harga yang akan diberlakukan setelah promosi berakhir.

Artinya, momen seperti Amazon Prime Day atau promo kembali ke sekolah Apple bisa jadi kesempatan terakhir Anda untuk mendapatkan iPhone, Mac, atau iPad impian dengan harga yang masih masuk akal. Pasalnya, komponen vital seperti memori dan penyimpanan masih dijual dengan harga tinggi, dan belum ada tanda-tanda penurunan biaya dalam waktu dekat.
Pakar Apple, John Gruber, menambahkan bahwa bagi Apple, harga adalah bagian integral dari citra merek premium mereka. Oleh karena itu, harga tidak akan berfluktuasi mengikuti biaya komponen. Ini berarti, begitu harga naik, kemungkinan besar akan bertahan lama. Contoh di masa lalu menunjukkan hal serupa, seperti harga Mac Pro "trash can" yang tetap $3.000 meski spesifikasinya sudah usang, atau penyesuaian harga di Inggris pasca-Brexit yang tidak pernah dibatalkan.
Gruber juga berpendapat, jika Apple memperkirakan harga komponen akan terus meningkat hingga tahun 2027, mereka mungkin akan menerapkan satu kali kenaikan harga besar sekarang, ketimbang menaikkan harga secara bertahap. Jadi, bisa saja kita melihat lonjakan harga sebesar $200 atau sekitar Rp3 jutaan, alih-alih dua kali kenaikan $100.
Melihat kondisi ini, bagi Anda yang sudah mengincar perangkat Apple terbaru, disarankan untuk tidak menunda pembelian. Meskipun ada sedikit perbedaan pandangan mengenai waktu pasti kenaikan antara Gurman yang menyebut "segera" dan Gruber yang memprediksi mungkin bertepatan dengan peluncuran iPhone 18 Pro pada September, satu hal yang pasti: menunda bisa berarti membayar lebih mahal. Jangan sampai ketinggalan, sebab tak lama lagi, Apple bisa menjadi merek yang jauh lebih premium dari sekarang.

