diyetekno.com – Seorang pegiat kebun berpengalaman yang awalnya skeptis terhadap kecerdasan buatan (AI) kini dibuat terkejut. Setelah puluhan tahun berkutat dengan tanaman, ia menemukan sebuah bunga misterius yang memukau di sebuah taman megah di Inggris. Tanpa label identitas, bunga itu menjadi teka-teki. Alih-alih mengandalkan jejaring sosial seperti biasa, ia memutuskan untuk mengambil langkah berbeda: memanfaatkan kecerdasan buatan.
Eksperimen ini dimulai dengan tujuan sederhana: apakah AI bisa menjadi pendamping andal bagi para pekebun, ataukah mata seorang ahli tetap tak tergantikan. Dengan memanfaatkan aplikasi gratis, ia memulai petualangan digitalnya.

Meski bekerja di dunia penerbitan digital, ia mengakui dirinya bukan ahli teknologi. Namun, proses penggunaan AI untuk identifikasi tanaman ternyata sangat mudah, semudah mengunggah foto ke media sosial. Kunci utama keberhasilan AI adalah gambar yang jernih dan fokus. Berbeda dengan manusia, latar belakang yang ramai justru akan membingungkan algoritma. Untuk hasil optimal, disarankan memotret satu bunga secara terpusat, membuang elemen yang tidak perlu.
Uji Coba dengan Google Gemini
Ketika Google Gemini dibuka di ponsel, ia hanya perlu mengetikkan perintah "identifikasi tanaman ini". Gemini tidak langsung meminta unggahan gambar, melainkan memberikan instruksi untuk menyediakan foto atau deskripsi detail, termasuk bentuk daun, bunga, habitat, dan lingkungan tumbuh. Setelah mengunggah foto bunga misterius tersebut, hasilnya muncul dalam sekejap mata.
Gemini mengidentifikasi bunga itu sebagai Cleome hassleriana, atau yang dikenal luas sebagai bunga laba-laba. Tak hanya nama, Gemini juga menyajikan informasi detail mengenai karakteristik utama tanaman, mulai dari bunga berwarna merah muda cerah, ungu, atau putih dengan benang sari panjang menyerupai laba-laba, hingga kebiasaan tumbuh dan tips perawatannya. Informasi yang disajikan sangat lengkap dan mudah dipahami.
Perbandingan dengan ChatGPT
Untuk perbandingan, perintah yang sama dimasukkan ke ChatGPT. Kali ini, ChatGPT memberikan instruksi lebih rinci mengenai pengambilan gambar, seperti memotret seluruh tanaman, detail daun, bunga, buah, atau polong biji, bahkan batang atau kulit kayu, serta menambahkan informasi lokasi, tinggi, dan aroma.
ChatGPT juga berhasil mengidentifikasi tanaman tersebut sebagai bunga laba-laba, kemungkinan besar Cleome hassleriana. Ia menyoroti klaster bunga merah muda cerah, benang sari panjang yang memberikan tampilan "laba-laba", batang tegak tinggi, dan daun majemuk palmate. Menariknya, ChatGPT bahkan mampu mendeteksi keberadaan tanaman lain seperti daun mawar di latar belakang, namun tetap yakin dengan identifikasi bunga laba-laba sebagai objek utama. Meskipun akurat, penyajian informasi Gemini dinilai lebih sederhana dan terstruktur dengan judul yang jelas, membuatnya lebih mudah dicerna.
AI vs Manusia: Sebuah Kesimpulan
Pengalaman ini mengubah pandangan sang pegiat kebun. Baik Gemini maupun ChatGPT mampu mengidentifikasi tanaman misterius itu secara instan hanya dari satu foto, tanpa petunjuk tambahan. Keraguan terhadap penggunaan AI untuk identifikasi tanaman kini sirna. Bagi mereka yang menginginkan jawaban cepat, teknologi ini terbukti sangat efektif.
Tentu, algoritma tidak akan memberikan kebijaksanaan mendalam dari seorang pekebun berpengalaman, seperti saran tentang betapa mudahnya menanam bunga laba-laba dari biji. Namun, untuk identifikasi tanaman yang akurat dan cepat, AI adalah solusi yang patut dipertimbangkan. Obsesi baru terhadap bunga laba-laba ini telah membuka pintu bagi eksplorasi AI lebih lanjut di dunia berkebun. Sang pegiat berencana untuk menguji AI dalam berbagai aspek lain, mulai dari perencanaan penanaman hingga rekomendasi tanaman tahan panas, dan akan membagikan penemuannya di masa mendatang.

