diyetekno.com – Dunia teknologi sempat dibuat lega oleh pengumuman Apple di acara September 2026. Banyak yang mengira raksasa teknologi ini berhasil lolos dari hantaman inflasi global setidaknya untuk produk-produk terbarunya. Lini iPhone terbaru AirPods dan Apple Watch seolah kebal dari kenaikan harga yang sempat menghantam produk Apple lainnya awal tahun ini. Namun euforia itu tak bertahan lama sebuah fakta mengejutkan terungkap setelahnya.
Apple Watch Series 12 dan Ultra Series 4 misalnya hadir dengan fitur-fitur baru tanpa ada kenaikan harga sama sekali dibandingkan pendahulunya. Ini adalah kabar baik mengingat tekanan inflasi yang begitu kuat. Begitu pula dengan AirPods 5 yang menjadi sorotan utama. Model dasar AirPods 5 kini dibekali fitur peredam bising aktif ANC dengan harga yang sama menjadikannya sangat kompetitif. Bahkan model menengah AirPods 5 justru lebih murah dari tahun lalu dengan tambahan kontrol volume on-ear dan peningkatan kualitas hidup lainnya.

Untuk lini iPhone 18 Pro dan Pro Max kenaikan harga memang terjadi namun terbilang moderat hanya 100 dolar AS atau kurang dari 10 persen. Kenaikan ini terasa wajar mengingat peningkatan signifikan pada sistem kamera aperture variabel dan chip A20 Pro yang super bertenaga menjanjikan daya tahan baterai lebih lama. Bahkan iPhone Duo ponsel lipat pertama Apple yang dibanderol 1999 dolar AS berhasil memangkas harga pesaing utamanya Samsung Galaxy Z Fold 8 Ultra di pasar AS.
Namun di balik semua kabar gembira itu Apple diam-diam melakukan penyesuaian harga yang tak terduga. Setelah acara peluncuran harga semua model iPhone lama justru melonjak signifikan. Tanpa adanya peningkatan perangkat keras atau performa tambahan konsumen harus merogoh kocek lebih dalam untuk mendapatkan model-model sebelumnya.
Sebagai contoh iPhone 17 yang sebelumnya 799 dolar AS kini dibanderol 899 dolar AS. iPhone Air yang semula 999 dolar AS naik menjadi 1099 dolar AS. Begitu pula iPhone 17e dan iPhone 16 yang masing-masing mengalami kenaikan 100 dolar AS dari harga awal. Ini jelas menjadi pukulan telak bagi konsumen yang berharap mendapatkan penawaran lebih baik pada model-model yang sudah ada.
Fenomena ini menimbulkan pertanyaan besar apakah Apple akan terus menerapkan strategi serupa di masa mendatang. Kenaikan harga pada produk lama tanpa peningkatan spesifikasi ini sangat berbeda dengan nilai yang ditawarkan pada produk-produk baru. Ini juga mengindikasikan kemungkinan tidak adanya iPhone 18 versi standar jika model-model lama tetap dipertahankan dengan harga yang lebih tinggi.
Produk lain seperti Apple TV 4K dan HomePod mini yang diperkirakan akan segera mendapatkan versi baru juga patut diwaspadai. Model-model saat ini telah mengalami kenaikan harga signifikan sebelumnya. Jadi meskipun Apple tampak berhasil menahan inflasi untuk rilis terbarunya strategi penyesuaian harga pada produk lama menunjukkan langkah cerdik perusahaan untuk tetap menjaga margin keuntungan di tengah tantangan ekonomi global.

