diyetekno.com – Apple kembali menggebrak dunia teknologi dengan inovasi terbaru mereka. Di tengah hiruk pikuk chip A20 Pro dan perangkat lunak lipat yang canggih, departemen ketahanan produk Apple justru mencuri perhatian. Tom Marieb, Wakil Presiden Teknik Perangkat Keras Apple yang baru, mengungkapkan kebanggaannya terhadap daya tahan iPhone Duo yang akan segera meluncur, serta ketangguhan layar Ceramic Shield 2 pada iPhone 18 Pro.
Ceramic Shield 2, yang pertama kali diperkenalkan pada lini iPhone 17 dan kini hadir kembali di iPhone 18 Pro, telah membuktikan janji ketahanan gores tiga kali lebih baik setelah setahun peluncurannya. Sementara itu, iPhone Duo siap dikirimkan pada 23 Oktober mendatang dengan sederet spesifikasi ketahanan yang mengesankan, termasuk rating IP68 yang melampaui Galaxy Z Fold 8. Fitur-fitur seperti perlindungan terhadap air dan debu, serta ketahanan korosi, mungkin bukan topik paling seksi di Apple Park, namun sangat vital untuk memastikan produk Apple awet dan tahan lama.

Dalam sebuah wawancara eksklusif di kantor pusat Apple London, Marieb menjelaskan bagaimana Ceramic Shield 2 berhasil memberikan peningkatan kualitas yang signifikan dibandingkan versi sebelumnya. "Secara pribadi, melihat orang memasang pelindung layar di iPhone mereka membuat saya merinding, karena kami bekerja sangat keras untuk menciptakan layar depan yang indah," ujarnya. Apple berupaya keras mengembangkan lapisan baru yang tidak hanya tahan terhadap goresan benda tajam, tetapi juga tahan aus seiring waktu. Tantangannya adalah mengoptimalkan kedua kualitas tersebut secara bersamaan, yang seringkali saling bertentangan. "Kami akhirnya menemukan keseimbangan yang tepat di Ceramic Shield 2 untuk memastikan umur panjang terhadap kedua jenis beban tersebut," tambah Marieb.
Proses pengujian Ceramic Shield 2 dirancang untuk meniru penggunaan dunia nyata selama lima tahun hanya dalam beberapa minggu. "Kami tidak merancang tes berdasarkan spesifikasi militer lama, melainkan bagaimana pelanggan benar-benar menggunakan perangkat ini," jelas Marieb. Prediksi akurat Apple tentang penggunaan pelanggan terbukti dengan manfaat Ceramic Shield 2 yang baru terlihat jelas setelah satu atau dua tahun pemakaian.
Selain layar, engsel menjadi komponen krusial pada iPhone Duo. Perangkat lipat ini dirancang untuk digunakan dalam berbagai mode, termasuk "Seated" dan "Standing", di mana Duo ditekuk pada sudut tertentu dalam waktu lama. Marieb mengaku sangat bangga dengan engsel ini, yang pengembangannya memakan waktu panjang. "Kami khawatir orang akan menganggap perangkat ini rapuh karena desainnya yang tipis," katanya. Oleh karena itu, Apple berupaya keras merancang engsel yang terasa sangat kokoh saat dibuka maupun ditutup, memberikan kesan premium layaknya pintu mobil mewah. Engsel ini juga harus stabil saat perangkat berada dalam posisi setengah terlipat, memastikan pengguna dapat berinteraksi tanpa khawatir perangkat terasa longgar.
Di atas engsel iPhone Duo, Apple menyematkan layar nano-texture berukuran 7,6 inci. Material baru ini mirip dengan kaca nano-texture anti-reflektif pada MacBook terbaik, namun dengan kemampuan untuk dilipat. Marieb optimis bahwa layar nano-texture ini akan membantu menjaga agar lipatan layar tetap samar seiring waktu. "Pilihan lapisan matte, selain indah, adalah bagian dari persamaan itu," jelasnya. Layar glossy cenderung lebih mudah memperlihatkan perbedaan topologi, sementara lapisan matte lebih toleran terhadap perubahan tersebut, sehingga lipatan tidak terlalu terlihat jelas.
Apple sangat yakin dengan kredensial ketahanan ponsel lipat pertamanya. Kita nantikan bagaimana iPhone Duo akan membuktikan ketangguhannya setelah peluncuran resminya pada 23 Oktober mendatang.

