Diyetekno – Sebagai seorang reviewer smartphone yang sudah malang melintang di dunia teknologi, saya selalu mencari cara ekstrem untuk menguji ketahanan perangkat. Kali ini, saya memutuskan untuk membawa dua monster, Samsung Galaxy S25 Ultra dan iPhone 16 Pro Max, ke tengah "kubah panas" New York City. Suhu mencapai 36 derajat Celcius dengan kelembapan yang menyiksa. Tujuan saya? Mencari tahu seberapa lama mereka bisa bertahan sebelum menyerah pada panas.
Saya sengaja tidak memberi tahu kedua ponsel ini tentang rencana jahat saya. Setelah mengoleskan tabir surya dan membawa sebotol air hangat, saya menuju Bryant Park dan mencari tempat teduh dengan meja yang terpapar sinar matahari langsung.

Tentu saja, ini bukan hanya tentang menyiksa gadget. Kita semua membawa ponsel ke mana-mana, termasuk pantai, taman hiburan, dan tempat-tempat panas lainnya. Smartphone dirancang untuk mengatasi panas yang dihasilkan CPU, dengan iPhone 16 menggunakan lembaran graphene dan Galaxy S25 Ultra dengan vapor chamber. Namun, bagaimana jika mereka dipanggang di bawah terik matahari?
Pertama, saya melepaskan semua pelindung dari kedua perangkat. Kemudian, saya memastikan layar tetap menyala (selalu aktif untuk iPhone, 10 menit untuk Galaxy). Dengan hati-hati, saya meletakkan mereka di atas meja dengan layar menghadap ke atas, menyalakan stopwatch, dan mundur.
Meskipun berusaha tetap berada di tempat teduh, saya tetap terpapar sinar matahari saat mencatat kurangnya aktivitas pada kedua ponsel. Waktu terasa lambat saat Anda meleleh di bawah kubah panas.
Setelah sekitar empat menit, iPhone 16 Pro Max menampilkan layar "Temperature" dengan termometer merah dan pesan bahwa "iPhone perlu mendingin sebelum Anda dapat menggunakannya." Beberapa mungkin berpikir iPhone kalah, tetapi saya tidak setuju. Alih-alih membiarkan iPhone semakin panas, ia masuk ke mode perlindungan dan memperingatkan saya untuk menjauhkannya dari matahari. Saya pun segera memasukkannya ke dalam saku.
Samsung Galaxy S25 Ultra masih berfungsi, layar sentuhnya merespons sentuhan. Namun, beberapa menit kemudian, saya melihat pesan overheating di bagian atas layar: "Device Overheating. Tap here for details." Saya lebih suka metode alarm iPhone yang lebih langsung.
Tak lama kemudian, Galaxy S25 Ultra mulai menutup aplikasi karena overheating. Akhirnya, meskipun layar merespons, saya tidak bisa membuka satu aplikasi pun. Jadi, meskipun terlihat masih berfungsi, Galaxy S25 Ultra sama tidak bergunanya dengan iPhone 16 Pro Max karena panas ekstrem.
Saya mengambil Galaxy S25 Ultra dari meja dan rasanya hampir cukup panas untuk menggoreng telur. Setelah meneguk air, saya kembali ke dalam ruangan. Dalam lima menit, kedua ponsel pulih dan berfungsi penuh.
Kesimpulannya, Samsung Galaxy S25 Ultra sedikit lebih baik dalam menangani panas (mungkin karena vapor chamber), tetapi perbedaannya tidak signifikan. Pelajaran utamanya adalah, sekuat apa pun iPhone 16 Pro Max dan Samsung Galaxy S25 Ultra, mereka tetap tidak bisa menahan "kubah panas". Tetap tenang dan jauhkan ponsel Anda dari sinar matahari!
Berikut adalah tabel perbandingan responsif yang merangkum hasil pengujian:
| Fitur | iPhone 16 Pro Max | Samsung Galaxy S25 Ultra |
|---|---|---|
| Waktu Overheating | ± 4 menit | ± 7 menit |
| Tampilan Peringatan | Layar "Temperature" dengan termometer merah | Pesan "Device Overheating. Tap here for details." |
| Respons Setelah Panas | Pulih sepenuhnya dalam 5 menit | Pulih sepenuhnya dalam 5 menit |
| Keunggulan | Peringatan overheating lebih jelas dan langsung | Sedikit lebih tahan terhadap panas |
| Kesimpulan | Keduanya tidak cocok untuk kondisi panas ekstrem | Keduanya tidak cocok untuk kondisi panas ekstrem |

