Diyetekno.com- Samsung kembali menggebrak pasar tablet premium dengan meluncurkan dua model terbaru, Galaxy Tab S12+ dan Galaxy Tab S12 Ultra. Namun, di balik kemegahan peluncuran ini, muncul pertanyaan besar: mengapa tidak ada model Galaxy Tab S12 standar tahun ini? Dan apakah peningkatan yang ditawarkan sepadan dengan kenaikan harga yang signifikan?
Peluncuran ini terasa menarik sekaligus membingungkan. Samsung Galaxy Tab S12 Ultra, yang dijadwalkan meluncur pada 7 Oktober, telah dicoba dan menunjukkan performa layar yang masif dan memukau. Namun, bagi pengguna Galaxy Tab S11 Ultra, banyak spesifikasi yang terasa sangat familiar. Layar AMOLED 14,6 inci dengan refresh rate 120Hz dan kecerahan puncak 1.600 nits masih dipertahankan. Begitu pula dengan baterai berkapasitas 11.600mAh yang mendukung pengisian daya 45W, menjanjikan daya tahan hingga 23 jam pemutaran video, sama persis dengan pendahulunya. Ketahanan air dan debu IP68, yang memungkinkan tablet bertahan 30 menit di kedalaman 1 meter, juga tetap ada.

Dari segi desain, ketebalan 5,1mm dan pilihan warna Silver serta Gray juga tidak berubah. Satu-satunya peningkatan yang paling menonjol pada model Ultra adalah penggunaan chipset 3nm terbaru. Prosesor baru ini diklaim menawarkan peningkatan performa CPU hingga 19%, GPU 17%, dan NPU (Neural Processing Unit) yang 51% lebih baik untuk kebutuhan AI. Selain itu, Samsung juga menyematkan ruang pendingin (heat chamber) baru untuk disipasi panas yang lebih baik, serta konfigurasi empat speaker untuk pengalaman audio yang lebih imersif, menggantikan sistem dual-speaker generasi sebelumnya.
Pengalaman awal dengan Galaxy Tab S12 Ultra menunjukkan perangkat ini sangat mumpuni sebagai alternatif laptop, terutama dengan aksesori keyboard cover yang dijual terpisah. Tablet ini juga sangat nyaman untuk bermain game mobile dan menonton video saat bepergian. Namun, dengan minimnya peningkatan perangkat keras yang substansial dan kenaikan harga yang tak terhindarkan, muncul keraguan apakah Samsung perlu mengikuti siklus pembaruan tahunan seperti ini. Mungkin sudah saatnya Samsung meniru strategi Apple yang tidak selalu merilis model baru setiap tahun.
Sementara itu, Galaxy Tab S12+ hadir sebagai "binatang" yang lebih menarik. Mengingat tidak ada model S11+, S12+ ini secara efektif menggantikan S10+ dari tahun 2024. Dan tanpa adanya model S12 dasar yang diluncurkan bersamaan, S12+ juga bisa dianggap sebagai penerus dari S11. Tablet ini dilengkapi layar AMOLED 12,6 inci dengan kecerahan puncak 1.600 nits yang sama dengan model Ultra. Chipset yang digunakan pun identik, hanya saja baterainya lebih kecil, yakni 10.600mAh, sesuai dengan ukuran fisiknya yang lebih ringkas.
Perbedaan lain terletak pada kamera belakang. S12+ tidak memiliki kamera ultrawide 8MP seperti Ultra, namun tetap mempertahankan kamera utama 13MP di bagian belakang dan kamera ultrawide 12MP di bagian depan. Karena S12+ diposisikan sebagai model "step-up" tanpa ada model dasar untuk di-step-up, ini berarti model tablet Samsung termurah di tahun 2026 menjadi jauh lebih mahal dibandingkan tablet termurah mereka di tahun 2025. Bagi konsumen dengan anggaran terbatas yang ingin melakukan upgrade, opsi terbaik dari Samsung mungkin adalah tablet generasi sebelumnya, kecuali jika Samsung secara mengejutkan merilis Tab S12 standar di kemudian hari.
Tentu saja, kenaikan harga menjadi sorotan utama. Galaxy Tab S12 Ultra dibanderol mulai dari $1.399 (sekitar Rp22 jutaan), naik dari $1.299 pada model sebelumnya. Sementara itu, Galaxy Tab S12+ dijual mulai dari $1.199 (sekitar Rp19 jutaan) untuk konfigurasi termurah. Kedua tablet ini hadir dengan konfigurasi dasar penyimpanan 256GB dan RAM 12GB. Tersedia juga model 512GB, dan khusus Ultra, ada opsi 1TB dengan RAM 16GB, tentu dengan harga yang lebih tinggi.
Dengan harga tersebut, Samsung jelas menempatkan lini S12-nya untuk bersaing langsung dengan jajaran iPad Pro milik Apple. Meskipun demikian, harga tablet Samsung masih sedikit lebih terjangkau dibandingkan iPad Pro terbaru setelah Apple menaikkan harganya hingga $200. Sebagai perbandingan, iPad Pro 11 inci kini setara dengan S12+, dan iPad Pro 13 inci bahkan $100 lebih mahal.
Di luar harga, ada beberapa faktor lain yang perlu dipertimbangkan. Tablet Samsung menawarkan layar yang lebih besar dan daya tahan baterai yang lebih lama dibandingkan rivalnya. Yang terpenting, Samsung menyertakan stylus S Pen dalam paket penjualan, sementara Apple Pencil harus dibeli terpisah. Namun, perangkat Apple cenderung lebih ringan, dan performa chip Apple seringkali mengungguli pesaingnya.
Terlepas dari semua perdebatan, Galaxy Tab S12 series tetaplah perangkat yang sangat fungsional. Pengalaman menggunakan Ultra selama beberapa minggu menunjukkan bahwa tablet ini adalah mesin yang sangat berguna untuk berbagai aktivitas, mulai dari menulis artikel, multitasking antar dokumen dan halaman web, hingga mengelola foto. Namun, pertanyaan mendasar tetap ada: apakah peningkatan perangkat keras yang minim dan kenaikan harga yang signifikan benar-benar membenarkan keberadaan model baru ini? Untuk jawaban yang lebih pasti, kita perlu menunggu ulasan lengkapnya.

