diyetekno.com – Era Google Assistant yang telah setia menemani jutaan pengguna Android selama lebih dari satu dekade akan segera berakhir. Raksasa teknologi Google secara resmi mengumumkan penutupan layanan asisten digital ini pada 4 September mendatang, memaksa pengguna beralih ke Gemini sebagai pengganti. Namun, keputusan ini justru memicu gelombang protes dan kekecewaan masif di kalangan penggemar Android.
Di berbagai forum daring, khususnya Reddit, sentimen negatif terhadap Gemini begitu mendominasi. Komentar-komentar seperti "Gemini sungguh payah" atau "ini sangat buruk" menjadi pemandangan umum. Banyak yang merasa bahwa Gemini dipaksakan masuk ke setiap aspek ekosistem Google, tanpa mempertimbangkan kebutuhan dan preferensi pengguna setia.

Kekecewaan ini bahkan mendorong beberapa pengguna untuk mengambil langkah ekstrem. Mereka mengancam akan berhenti membeli ponsel Pixel atau perangkat Android lainnya jika dipaksa menggunakan Gemini. Ungkapan seperti "saatnya saya de-Google" atau "ini akan menjadi Pixel terakhir saya. Saya tidak suka AI" menunjukkan betapa seriusnya penolakan ini. Beberapa bahkan menyatakan akan menghentikan penggunaan ponsel yang mengadopsi Gemini jika Google Assistant benar-benar dimatikan, saking buruknya pengalaman mereka.
Situasi serupa mungkin juga terjadi pada pengguna iOS, mengingat Siri juga sedang dalam proses pembaruan besar dengan sentuhan kecerdasan buatan. Era layanan asisten yang lebih sederhana, seperti Google Assistant atau Siri versi lama, tampaknya memang akan segera berlalu, terlepas dari merek ponsel yang dipilih.
Namun, penolakan terhadap Gemini bukan hanya didasari oleh pandangan etis atau ideologis terhadap AI, meskipun faktor tersebut juga turut berperan bagi sebagian orang. Keluhan utama yang paling sering disuarakan adalah Gemini tidak mampu menjalankan fungsi-fungsi dasar yang menjadi keunggulan Google Assistant, seperti mengatur pengingat waktu atau mengontrol perangkat rumah pintar.
Seorang pengguna Reddit menceritakan pengalamannya yang frustrasi saat mencoba mengatur alarm untuk pengingat parkir tiga jam. Alih-alih langsung menyetel alarm, Gemini justru bertanya mengapa ia ingin melakukannya. Interaksi yang seharusnya selesai dalam satu perintah sederhana berubah menjadi percakapan panjang dan tidak perlu, di mana pengguna harus menjelaskan permintaannya berulang kali. Banyak kisah serupa yang menunjukkan Gemini gagal menyelesaikan tugas atau membutuhkan waktu terlalu lama.
Selain itu, ada keluhan bahwa Gemini seringkali "berbohong" kepada pengguna, mengklaim telah melakukan sesuatu padahal belum, atau menyatakan tidak bisa melakukan hal yang sebenarnya mampu ia kerjakan. Dua masalah lain yang membuat penggemar Android geram adalah konsumsi baterai dan penggunaan data yang lebih boros oleh Gemini, menjadikannya "lebih buruk dalam segala hal".
Meskipun ada beberapa komentar yang sedikit lebih positif tentang kemampuan Gemini sebagai model bahasa besar (LLM), mereka tetap mengakui bahwa Gemini tidak cocok untuk tugas-tugas spesifik yang selama ini menjadi kekuatan Google Assistant. Tampaknya, keputusan Google ini tidak disambut baik oleh mayoritas pengguna. Namun, dengan tren global yang mendorong integrasi AI ke hampir semua produk dan layanan teknologi, kecil kemungkinan Google akan mengubah keputusannya.

