diyetekno.com – Era ponsel lipat tak lagi sekadar tren sesaat kini ia menjelma menjadi medan pertempuran inovasi paling sengit. Kehadiran raksasa teknologi Apple yang siap meluncurkan iPhone Ultra atau iPhone Fold diprediksi bakal mengguncang dominasi Samsung dan Google. Tak pelak langkah ini memaksa Samsung yang telah delapan tahun berkecimpung di pasar ponsel lipat untuk mengubah strateginya secara drastis.
Rumor seputar iPhone lipat bukanlah isapan jempol belaka. Berbagai bocoran dari sumber terpercaya mengindikasikan bahwa tahun ini adalah momen krusial bagi Apple untuk memperkenalkan perangkat revolusioner tersebut. iPhone Ultra disebut-sebut akan mengusung desain "lebar" yang unik lebih pendek dan melebar baik saat tertutup maupun terbuka. Layar penutup 5.5 inci dan layar utama 7.8 inci menjadikannya lebih ringkas dibanding ponsel lipat pesaing. Desain ini yang terungkap dari bocoran CAD 3D menjadi daya tarik utama selain tantangan Apple untuk membuat lipatan layar nyaris tak terlihat.

Menanggapi gebrakan Apple Samsung pun tak tinggal diam. Diperkirakan pada acara Unpacked 22 Juli mendatang Samsung akan memperkenalkan Galaxy Z Fold 8 versi standar dan juga versi "lebar" yang disebut-sebut sebagai respons langsung terhadap desain iPhone Ultra. Bahkan ada spekulasi bahwa model "lebar" ini akan menjadi Galaxy Z Fold 8 standar sementara model "normal" akan menyandang nama Galaxy Z Fold 8 Ultra. Ini berarti konsumen akan memiliki pilihan langsung antara desain "jongkok" dari Samsung dan Apple. Sementara itu Google dengan Pixel 11 Pro Fold yang dijadwalkan rilis 12 Agustus tampaknya tetap setia pada desain lamanya mempertahankan ukuran ponsel normal saat tertutup dan layar lebih persegi saat terbuka.
Pergeseran desain ini bukan tanpa alasan. Selama ini produsen ponsel lipat harus menyeimbangkan pengalaman pengguna saat ponsel tertutup dan terbuka. Namun seringkali kompromi yang terjadi justru membuat pengguna lebih sering memakai ponsel dalam keadaan tertutup. Sebagai seorang jurnalis teknologi yang telah menjajal berbagai ponsel lipat termasuk Pixel 9 Pro Fold saya menyadari bahwa layar besar seringkali kurang dimanfaatkan. Alasan utamanya adalah rasio aspek layar utama yang cenderung persegi membuatnya kurang ideal untuk menonton video atau bermain game yang seringkali menyisakan bilah hitam di sisi layar.
Inilah mengapa langkah Apple dan Samsung dengan desain "lebar" menjadi sangat signifikan. Dengan rasio aspek 4:3 yang lebih menyerupai tablet saat terbuka ponsel lipat generasi baru ini akan jauh lebih nyaman untuk menikmati konten multimedia dan bermain game. Pengalaman yang lebih "iPad-like" pada iPhone lipat atau tablet-like pada Galaxy Z Fold 8 "lebar" akan memaksimalkan fungsi layar besar yang menjadi esensi utama ponsel lipat. Meskipun mungkin terlihat sedikit aneh saat tertutup desain "gaya paspor" ini diprediksi akan menjadi masa depan ponsel lipat dan meraih kesuksesan besar.

