diyetekno.com – Sebuah fenomena gerhana bulan hampir total baru-baru ini menyapa langit malam pekan lalu. Momen langka ini menjadi ujian tak terduga bagi kemampuan fotografi ponsel flagship. Berada di tengah liburan tanpa perlengkapan kamera profesional yang memadai di pesisir Wales yang berangin dan lembap, seorang jurnalis teknologi hanya mengandalkan perangkat Oppo Find X9 Ultra beserta lensa telekonverter 300mm (13x) miliknya.
Gerhana yang mencapai puncaknya hingga 96.2% itu terjadi menjelang fajar, menempatkan bulan di posisi rendah di cakrawala Eropa. Dengan alarm yang disetel dini hari, pandangan pertama ke langit pukul 4:15 pagi langsung menyuguhkan fase parsial gerhana yang memukau. Antusiasme membuncah, mendorong sang jurnalis segera bergegas menuju pantai membawa peralatan Oppo dan tripod, berharap mengabadikan puncak gerhana yang akan tiba sekitar satu jam kemudian.

Meskipun awan sempat menutupi bulan sebelum kamera siap beraksi, kesabaran membuahkan hasil. Sebuah celah di antara awan memungkinkan penampakan bulan yang sedang berada di fase gerhana maksimum. Ini adalah kesempatan emas untuk melihat sejauh mana kemampuan perangkat Oppo dengan telekonverter dalam kondisi pencahayaan minim.
Oppo Find X9 Ultra sendiri sudah dibekali lensa optik 10x dengan panjang fokus efektif 230mm yang cukup mumpuni untuk fotografi bulan. Namun, untuk tangkapan yang lebih dekat dan detail, lensa telekonverter menjadi pilihan unggulan. Aksesori tambahan ini dirancang khusus untuk bekerja dengan lensa optik 3x berkualitas tinggi pada ponsel, menghasilkan panjang fokus setara 300mm atau zoom 13x. Mode ‘Hasselblad Teleconverter’ di aplikasi kamera bahkan memungkinkan pembesaran digital hingga 30x (690mm) atau 60x (1380mm). Tentu saja, tripod mutlak diperlukan untuk stabilitas dan ketajaman gambar, terutama dalam kondisi cahaya redup.
Namun, pengalaman memotret gerhana ini tidak luput dari tantangan. Mode khusus telekonverter terasa terlalu sederhana, minim kontrol manual yang diinginkan untuk astrofotografi. Pilihan seperti format RAW, bracketing eksposur, resolusi 50MP, serta pengaturan manual white balance, kecepatan rana, dan ISO yang tersedia di mode ‘Hasselblad Master’ justru absen. Keterbatasan ini semakin terasa ketika ponsel secara otomatis menghasilkan foto yang sangat gelap di mode foto, bahkan setelah kompensasi eksposur maksimal diterapkan. Anehnya, saat beralih ke mode video, eksposur tampak normal dengan kualitas 4K 60fps, Dolby Vision, dan stabilisasi Ultra Steady.
Sebuah trik cerdik pun ditemukan: dengan cepat beralih dari mode perekaman video ke mode foto, sang jurnalis berhasil menangkap gambar bulan dengan eksposur yang tepat sebelum pengaturan otomatis kembali menggelapkan gambar. Meskipun bukan solusi ideal, cara ini terbukti efektif. Menggunakan telekonverter di mode ‘Hasselblad Master’ memang memungkinkan kontrol manual, namun gambar yang dihasilkan menjadi terbalik dan fitur zoom digital hilang, membuatnya tidak praktis. Ini menunjukkan bahwa meskipun telekonverter adalah perangkat serius, mode pendukungnya masih membutuhkan penyempurnaan, mungkin melalui pembaruan firmware.
Terlepas dari kendala teknis, hasil jepretan Oppo Find X9 Ultra dengan lensa telekonverter yang terpasang pada tripod sungguh memukau. Ini adalah foto gerhana bulan berkualitas terbaik yang pernah dihasilkan dengan ponsel. Pengaturan zoom 13x telekonverter memberikan detail terbaik, sementara zoom digital 30x masih sangat layak digunakan. Meskipun zoom 60x menghasilkan gambar yang sedikit lunak, fakta bahwa sebuah ponsel dan lensa tambahan mampu menangkap gambar bulan sedekat dan sedetail itu selama gerhana hampir total, adalah bukti nyata kemajuan pesat kamera smartphone.
Meski kamera mirrorless atau DSLR dengan lensa telefoto masih menjadi pilihan utama untuk fotografi bulan dengan kualitas terbaik, pengalaman ini membuktikan bahwa Oppo Find X9 Ultra kini menjadi alternatif yang sangat kompeten bagi mereka yang ingin bepergian ringan. Era di mana ponsel dianggap tidak mampu untuk tugas astrofotografi tampaknya telah berakhir.

