diyetekno – Setelah dua dekade menelusuri seluk-beluk dunia ponsel, saya bisa katakan bahwa tahun 2025 akan dikenang sebagai era keemasan bagi inovasi kamera smartphone. Selama setahun terakhir, saya berkesempatan menjajal hampir semua kamera ponsel unggulan, dimulai dari Galaxy S25 Ultra yang meluncur awal Januari. Samsung, yang dulunya memimpin dengan fitur zoom canggih – setelah Huawei mempeloporinya – kini merasakan persaingan yang semakin ketat. Keunggulan mereka dalam hal zoom mulai terkikis oleh para rival.
Dengan peluncuran Galaxy S26 Ultra yang kian mendekat, dan para pesaing siap menghadirkan varian ‘Ultra’ mereka ke pasar global, tahun depan diprediksi akan menjadi medan pertempuran yang lebih sengit di ranah kamera ponsel. Jadi, apa saja yang harus dibawa oleh Galaxy S26 Ultra agar tetap menjadi jawara di tahun 2026? Berikut adalah harapan dan analisis saya sebagai seorang reviewer berpengalaman.

1. Pemrosesan Zoom 100x yang Lebih Canggih
Terlepas dari preferensi pribadi, kamera zoom 100x pada Galaxy S25 Ultra memang masih impresif, namun evolusinya terasa stagnan dalam dua tahun terakhir. Meski stabilitasnya patut diacungi jempol dibandingkan kompetitor, beberapa rival kini mampu menghasilkan foto zoom yang arguable lebih baik.
Sebagian besar pesaing, terutama di luar pasar AS, sangat mengandalkan AI untuk kemampuan zoom mereka, yang terkadang menghasilkan artefak yang kurang alami pada gambar akhir. Namun, Pixel 10 Pro telah membuktikan bahwa pemrosesan AI bisa diterapkan secara efektif tanpa mengorbankan detail alami yang ditangkap oleh kamera. Galaxy S26 Ultra tentu akan hadir dengan kamera zoom terbaik dari Samsung. Namun, saya berharap mereka menyempurnakan pendekatan AI pada tingkat zoom tertinggi, agar mampu bersaing ketat dengan inovasi yang dibawa para kompetitor.
2. Konfigurasi Lensa Zoom Ganda yang Diperbarui
Untuk meningkatkan performa zoom, Samsung perlu mengevaluasi kembali konfigurasi lensa zoom ganda mereka. Lensa telefoto periskop 50MP dengan 5x zoom pada S25 Ultra memang sangat mumpuni. Namun, lensa telefoto sekunder 10MP dengan 3x zoom terasa jauh tertinggal dibandingkan lensa periskop khusus yang digunakan rival seperti Vivo X300 Pro (yang bahkan menggunakan lensa 200MP).
Meskipun ponsel-ponsel pesaing ini belum tersedia di AS, mereka adalah pemain kunci di pasar global lainnya yang bersaing langsung dengan Samsung. Resolusi megapiksel tinggi memang menarik perhatian dan bisa menjadi nilai jual, dan meskipun Samsung telah membuktikan kemampuannya dengan lensa 10MP, sensor resolusi lebih besar berpotensi menghasilkan foto yang jauh lebih detail. Singkatnya, para rival telah menunjukkan bahwa satu lensa telefoto beresolusi tinggi dapat memberikan kualitas yang lebih baik di seluruh rentang zoom. Saya sangat berharap Samsung meniru pendekatan ini pada Galaxy S26 Ultra.
3. Kamera Selfie yang Lebih Canggih
Kamera selfie 12MP pada Galaxy S25 Ultra pada dasarnya adalah unit yang sama yang telah digunakan di banyak ponsel Samsung lainnya. Sementara itu, para pesaing telah jauh berevolusi dalam pendekatan kamera selfie mereka. Oppo, Xiaomi, Honor, dan Vivo semuanya menawarkan kamera selfie dengan resolusi lebih tinggi dan detail yang lebih baik. Bahkan, seri iPhone 17 Pro menghadirkan fitur Center Stage yang inovatif, memungkinkan pengambilan gambar potret dan lanskap tanpa perlu memutar ponsel. Ini adalah momen yang tepat bagi Samsung untuk menginovasi kamera selfie mereka di Galaxy S26 Ultra.
4. Penambahan Kit Fotografi Eksternal
Seri S Ultra selalu diposisikan sebagai raksasa kamera Samsung. Namun, Oppo Find X9 Pro, Vivo X300 Pro (dan Vivo X200 Ultra), serta Xiaomi 17 Ultra memiliki keunggulan krusial: kit fotografi tambahan.
Kit Oppo misalnya, menyertakan casing sederhana dan lampiran telekonverter 3.5x yang memberikan zoom optik 10x, memperluas kemampuan zoom hingga 200x. Meskipun masih generasi pertama dan sedikit tidak stabil pada zoom tinggi, ini adalah langkah maju. Sementara itu, kit fotografi Vivo X300 Pro adalah yang terbaik saat ini, lengkap dengan grip kamera dan dukungan lensa eksternal Zeiss layaknya DSLR, menawarkan zoom optik 10x dan rentang zoom maksimum 200x. Agar Galaxy S26 Ultra benar-benar dianggap sebagai powerhouse fotografi, saya rasa ia memerlukan kit fotografi, entah itu buatan Samsung sendiri atau dari pihak ketiga yang terpercaya.
5. Inovasi Mode Potret yang Berkelanjutan
Mungkin mengejutkan, tetapi Samsung memiliki mode potret favorit saya, dan itu karena beragamnya pilihan yang tersedia. Salah satu fitur terbaiknya adalah Color Point. Color Point bekerja dengan menjaga subjek tetap berwarna sementara latar belakang diubah menjadi hitam putih, menciptakan foto yang sangat menonjol dan bersemangat. Keunikan lainnya, efek ini terlihat langsung di kamera sebelum memotret, dan bisa ditambahkan ke foto potret apa pun setelah diambil melalui galeri.
Fitur ini tidak terbatas pada foto diam dari kamera belakang, tetapi juga tersedia di kamera selfie dan saat merekam video. Untuk adegan penuh warna, seperti pernikahan India dengan pakaian yang cerah, tidak ada kamera potret yang lebih baik. Saya sangat menantikan bagaimana Samsung akan terus berinovasi pada mode potret di Galaxy S26 Ultra.
Ringkasan Harapan untuk Kamera Galaxy S26 Ultra
| Fitur yang Dibutuhkan | Manfaat / Alasan Penting |
|---|

