diyetekno.com – Dunia teknologi kembali dihebohkan dengan kehadiran ponsel lipat terbaru dari Xiaomi, yakni Xiaomi 18 Fold. Perangkat inovatif ini meluncur hanya beberapa hari menjelang peluncuran iPhone Ultra yang sangat dinanti, sekaligus menjadi penantang serius bagi Galaxy Z Fold 8 yang sudah lebih dulu hadir. Xiaomi 18 Fold menawarkan desain ringkas yang menyerupai paspor, mengingatkan pada gaya Galaxy Z Fold 8 dan Huawei Pura X Max yang hanya tersedia di Tiongkok.
Ponsel lipat ini hadir dengan dua layar memukau. Layar sampul berukuran 5.38 inci dan layar utama bagian dalam seluas 7.58 inci. Keduanya memiliki rasio aspek 1.4:1 yang seragam, baik saat perangkat dilipat maupun dibuka. Desain ini diklaim mampu memberikan pengalaman pengguna yang adaptif untuk berbagai kebutuhan, mulai dari produktivitas kerja hingga hiburan dan kreativitas. Menariknya, Xiaomi 18 Fold menampilkan sudut membulat di dua sisi saat tertutup dan empat sisi saat terbuka, sebuah karakteristik yang dikabarkan juga akan hadir pada iPhone Ultra, berbeda dengan Galaxy Z Fold 8 yang tampil dengan tepi lurus.

Dari segi dimensi, Xiaomi 18 Fold sedikit lebih pendek dan lebar dibandingkan Galaxy Z Fold 8. Perangkat Samsung tersebut memiliki layar 5.5 inci dan 7.6 inci dengan rasio aspek 10:16 dan 4:3 yang berbeda. Selain itu, Xiaomi 18 Fold juga terasa sedikit lebih berat dan tebal. Saat dilipat, ketebalannya mencapai 10.68mm dengan bobot 219 gram, sementara saat dibuka hanya 5.02mm. Sebagai perbandingan, Galaxy Z Fold 8 berbobot 201 gram dengan ketebalan 9.7mm saat dilipat dan 4.5mm saat dibuka. Meski demikian, perbedaan milimeter ini tidak mengurangi kesan tipis dan ringannya, menjadikannya ponsel lipat yang nyaman digenggam.
Rasio aspek 1.4:1 pada Xiaomi 18 Fold menjadi daya tarik utama, terutama bagi penggemar konten video. Rasio ini hampir identik dengan rasio 1.43:1 yang digunakan pada layar IMAX, menjanjikan pengalaman visual sinematik yang imersif. Meskipun belum sempat menguji performa videonya secara langsung, pengalaman serupa pada Galaxy Z Fold 8 dengan rasio 4:3 menunjukkan bahwa format yang lebih pendek dan lebar sangat ideal untuk menikmati berbagai konten. Mengingat sebagian besar video disajikan dalam rasio 16:9, pengalaman menonton di kedua perangkat kemungkinan besar akan serupa.
Rumor mengenai iPhone Ultra juga semakin memanas. Perangkat Apple ini dikabarkan akan mengadopsi sudut membulat seperti Xiaomi 18 Fold, namun dengan rasio aspek layar utama 4:3 seperti Z Fold 8. Ukuran layar sampulnya diperkirakan antara 5.3 hingga 5.49 inci, dan layar lipat antara 7.7 hingga 7.8 inci. iPhone Ultra juga disebut-sebut akan sedikit lebih pendek dan lebar dari Z Fold 8, sehingga tampilannya bisa jadi lebih mirip dengan Xiaomi 18 Fold.
Di sektor fotografi, Xiaomi 18 Fold dibekali modul kamera berbentuk pil yang menampung tiga lensa canggih hasil optimasi Leica. Konfigurasinya meliputi kamera utama 200MP, ultra-wide 50MP, dan telefoto 50MP dengan kemampuan optical zoom 3.5x. Spesifikasi kamera ini berpotensi menjadi keunggulan signifikan dibandingkan para pesaingnya. Galaxy Z Fold 8 tidak memiliki kamera telefoto, sementara iPhone Ultra yang dirumorkan hanya akan hadir dengan dua kamera, yaitu wide dan ultra-wide.
Di balik cangkangnya, Xiaomi 18 Fold ditenagai oleh chip Xring O3 buatan Xiaomi sendiri, baterai berkapasitas 6.000mAh, dan RAM hingga 16GB. Kombinasi ini menjamin performa internal yang tangguh dan responsif. Sayangnya, keunggulan ini hanya bisa dinikmati oleh konsumen di Tiongkok, karena Xiaomi 18 Fold diluncurkan secara eksklusif di pasar domestik dengan harga mulai dari ¥10.999. Angka tersebut setara dengan sekitar $1.650 atau Rp26 jutaan, tak jauh berbeda dari harga awal Galaxy Z Fold 8 yang dibanderol sekitar $1.899. Pertanyaan besar kini tertuju pada iPhone Ultra, apakah harganya akan serupa? Jawabannya akan terungkap dalam acara "Surprise and Shine" Apple yang dijadwalkan besok.

