diyetekno.com – Sebuah inovasi gawai kecerdasan buatan atau AI yang dikenakan di leher bernama Looki L1 berhasil mencuri perhatian banyak pihak. Dijanjikan sebagai asisten pribadi yang selalu siap mendampingi, perangkat ini tidak hanya memantau aktivitas harian tetapi juga menawarkan saran kesehatan hingga produktivitas yang personal. Rasa penasaran akan kemampuannya yang konon bisa menjadi koordinator hidup mini, memotivasi seorang penguji untuk menjajalnya selama dua minggu penuh. Hasilnya sungguh mengejutkan dan mengundang tawa.
Selama dua minggu, Looki L1 menjadi teman setia yang melingkar di leher, beroperasi dalam "AI Mode" untuk merekam setiap momen. Perangkat ini secara diam-diam mengabadikan rutinitas harian, mulai dari perjalanan menuju stasiun, naik dua kereta ke Manhattan, bekerja dari jam sembilan pagi hingga lima sore, hingga kembali ke rumah. Semua aktivitas terekam, dari pagi hingga malam hari saat sang penguji beristirahat di sofa.

Yang paling menarik, aplikasi pendamping Looki L1 secara cerdas memberikan saran yang relevan dengan konteks. Misalnya, saat mengetahui lokasi kantor dekat Bryant Park, perangkat ini langsung memberi tahu tentang konser gratis yang akan datang dan mengingatkan untuk menikmati sinar matahari saat makan siang. Bahkan, saran kesehatan sederhana seperti melihat ke luar jendela selama semenit untuk mengistirahatkan mata dari layar laptop juga tak luput disampaikan.
Namun, keajaiban sesungguhnya muncul saat Looki L1 merangkum hari. Perangkat ini mampu menciptakan vlog mini yang apik berjudul "City Rhythm Found," lengkap dengan sinopsis puitis yang menggambarkan perjalanan dari jalanan perumahan yang tenang hingga hiruk pikuk kantor di Manhattan. Tak hanya itu, fitur komik strip yang dihasilkan AI juga tak kalah memukau. Momen-momen biasa seperti makan siang di restoran cepat saji disulap menjadi panel-panel bergaya komik, membuat rutinitas terasa seperti bagian dari kisah pahlawan super Marvel atau DC. Penguji merasa menjadi karakter utama dalam cerita animasinya sendiri.
Di balik kemampuannya menciptakan konten kreatif, Looki L1 juga memiliki sisi yang cukup "kejam" dalam hal diet. Perangkat ini berubah dari fotografer pribadi menjadi ahli gizi yang blak-blakan. Saat penguji menikmati makanan cepat saji seperti Pollo Campero, Chick-fil-A, atau Chicken Guy, Looki L1 dengan sigap mencatatnya. Kemudian, perangkat ini menyajikan "Analisis Diet Harian" yang sangat rinci, lengkap dengan rincian nutrisi, perbandingan pola makan sebelumnya, dan saran untuk konsumsi di hari berikutnya. Dengan bahasa yang paling sopan, Looki L1 secara tidak langsung mengatakan bahwa kebiasaan makan penguji sangat buruk, namun tetap memberikan rekomendasi seperti hidrasi yang cukup, menambahkan elemen segar, dan mempertimbangkan camilan yang lebih kecil dan lebih awal.
Pengalaman dua minggu bersama Looki L1 ini sungguh mencerahkan sekaligus menghibur. Melihat rangkuman harian, vlog pribadi, dan komik strip yang dibintangi diri sendiri adalah momen-momen tak terlupakan. Dan ketika perangkat ini dengan tegas menyarankan untuk mengurangi ayam goreng dan beralih ke salad buah, ada tawa geli yang muncul karena kejujuran (namun realistis) dari saran kesehatan tersebut. Ke depannya, perangkat ini dijanjikan akan menjadi teman sempurna untuk petualangan yang lebih seru, seperti mendaki gunung atau liburan, untuk menghasilkan konten vlog atau komik strip yang tak kalah epik.

