diyetekno.com – Bayangkan sebuah arena uji canggih di mana serangkaian cobaan ekstrem terus-menerus menimpa sebuah perangkat. Lebih mengerikan lagi, semua itu dilakukan oleh robot-robot tanpa henti, mendorong menarik menekan mengaktifkan hingga menyalakan. Bahkan, sebuah robotlah yang mengantar perangkat itu ke "rumah horor" tersebut. Tentu saja, perangkat yang dimaksud adalah ponsel Samsung Galaxy yang memang dirancang untuk menghadapi segala jenis siksaan ini, atau setidaknya diharapkan mampu bertahan. Bertempat di sebuah ruangan seluas lapangan basket, inilah salah satu fasilitas pengujian Samsung yang beroperasi tanpa henti untuk lini ponsel Galaxy S dan Galaxy Z lipatnya yang terus berkembang.
Beberapa waktu lalu, seorang jurnalis diundang langsung ke pabrik Samsung di Gumi Korea Selatan. Di sana, ia menyaksikan bagaimana ponsel-ponsel terbaru seperti Galaxy Z Fold 8 Galaxy Z Fold 8 Ultra dan Galaxy Z 8 Flip yang baru saja diperkenalkan di acara Samsung Galaxy Unpacked di Inggris, dirakit dan diuji ketahanannya secara ekstrem.

Saat seorang insinyur lab memandu rombongan, sebuah robot tampak menunggu dengan tidak sabar di belakangnya, siap mengantar lebih banyak ponsel ke "Guantanamo" teknologi ini. Sang insinyur terlihat tenang, sementara robot itu terus mendekat namun selalu menjaga jarak aman. Akhirnya, robot tersebut berhasil mengantarkan ponsel ke bilik pertama setelah jalur terbuka. Tentu saja, sebelum Samsung menguji kelayakan perangkat ini, mereka membangunnya terlebih dahulu.
Merakit dan Menghancurkan
Ketika kunjungan pertama beberapa tahun lalu ke pabrik ini, salah satu dari sembilan pabrik di seluruh dunia yang merakit jutaan unit, terlihat perpaduan antara robot dan manusia. Namun, kali ini, jumlah manusia jauh berkurang, hanya segelintir yang bertugas memeriksa pekerjaan robot dari kemungkinan cacat. Menyusuri lorong-lorong bersih nan steril dengan penutup sepatu biru tipis, jurnalis sempat bertukar senyum dan anggukan dengan seorang pekerja pabrik sebelum ia kembali fokus pada inspeksi produk.
Di balik serangkaian kotak logam dan pleksiglas, terlihat berbagai jenis robot dan aktivitas manufaktur perangkat seluler yang tiada henti. Tidak ada jeda atau keraguan. Di satu bilik, robot-robot tampak memasang papan kamera ke papan utama Galaxy Z Fold 8 Ultra dan mengencangkannya dengan presisi. Hampir setiap robot di setiap bilik memiliki tugas spesifik. Ada robot yang hanya bertugas melepaskan material pengemas biru tipis dari papan sirkuit ponsel. Jari-jari mungilnya dengan hati-hati menarik sepasang tab biru tipis dan mengelupas filamennya.
Di sudut lain, seorang kolega melihat ada jalur tembaga yang tidak terpasang sempurna pada papan sirkuit utama ponsel. Terlihat jelas jalur itu bergoyang bebas, menimbulkan pertanyaan apakah kesalahan ini akan terdeteksi atau justru lolos ke tangan konsumen. Kekhawatiran itu tidak beralasan. Sistem otomatis Samsung sangat mampu untuk melakukan perakitan sekaligus mendeteksi kesalahan. Saat disaksikan, papan yang bermasalah itu bergeser dari jalurnya dan ditahan, sementara papan lain yang terpasang sempurna terus bergerak maju. Berbagai bilik dengan kemampuan manufaktur otomatis yang luar biasa kompleks sungguh mencengangkan.
Pengemasan dan Uji Ketahanan
Di area lain, sensor-sensor mengidentifikasi nomor IMEI ponsel, sementara robot lain mencetak label yang sesuai, dan robot ketiga menempelkannya pada kotak-kotak yang cocok dengan setiap ponsel. Sebagian besar robot yang terlihat berukuran kecil, namun di ujung jalur, terdapat robot palletizer seukuran mobil yang mengambil peti kardus berisi 10 unit per kotak dan menumpuknya di atas palet, menempatkan kotak-kotak di sekeliling terlebih dahulu lalu mengisi bagian tengah. Lengan robot seukuran sepeda motor itu bekerja dengan sangat cepat dan akurat.
Beberapa ponsel tidak pernah sampai ke palet. Sebaliknya, beberapa unit terpilih ditujukan untuk ruang uji khusus di mana serangkaian bilik berbentuk tapal kuda menentukan apakah model-model dalam batch saat ini layak untuk digunakan. Ada dua jenis sistem pengujian di Gumi: kotak-kotak yang menjalankan pengujian yang sama berulang kali pada satu perangkat, dan teluk uji otomatis berbentuk U di mana satu ponsel diuji secara serial melalui seluruh rangkaian pengujian. Pengujian ini sering kali mereplikasi apa yang dilakukan berulang kali di bilik lain. Jumlah sistem pengujian dan jenis pengujian yang dilakukan Samsung pada produknya sangat komprehensif, meskipun beberapa bilik terlihat sangat unik.
Uji Aneh Produk Andal
Melipat dan membuka perangkat ribuan kali sudah menjadi hal yang biasa, begitu pula uji tekanan. Namun, ada juga uji suhu ekstrem panas dan dingin. Ada pula bilik yang hanya memeriksa sistem visi AI gelombang milimeter tahan air dan ruang pengenalan wajah dengan kepala manekin seperti sungguhan yang masih terbayang. Bahkan, ada ruangan di mana mitra seperti Google dapat mengakses dan menjalankan pengujian pada ponsel Samsung dari jarak jauh.
Yang lebih mencengangkan adalah bahwa fasilitas ini hidup dan terus berubah. Bayangkan apa yang terjadi setiap kali, seperti sekarang, Samsung meluncurkan ponsel dan jam tangan baru; mereka harus melakukan penyesuaian ulang. Saat berjalan di lantai pabrik, terlihat bagaimana Galaxy Z Fold 8 yang baru sudah menjalani pengujian ketat. Insinyur lab menjelaskan, "Untuk setiap faktor bentuk baru, kami mengembangkan teknologi baru untuk itu," dan mereka mengembangkan otomatisasi baru untuk mengujinya.
Meskipun perusahaan lain mungkin juga menguji perangkat keras seluler mereka dengan cara serupa, namun tidak banyak raksasa teknologi yang begitu transparan tentang proses mereka. Ini adalah hal yang luar biasa mengagumkan dan harus diakui, memberikan lebih dari sekadar keyakinan akan setiap perangkat Galaxy baru yang diluncurkan Samsung.

