Diyetekno.com- Industri ponsel pintar kembali dihebohkan dengan inovasi terbaru dari Xiaomi. Pabrikan asal Tiongkok ini memperkenalkan seri Xiaomi 18 Pro dan 18 Pro Max, yang siap meluncur secara global tahun depan. Kedua perangkat ini menawarkan konsep unik dengan layar ganda, sebuah fitur yang menjadi sorotan utama, serta teknologi privasi canggih yang berpotensi mengubah cara pengguna berinteraksi dengan ponsel mereka.
Berbeda dengan tren ponsel lipat penuh, Xiaomi 18 Pro menyajikan pendekatan hibrida dengan satu layar utama dan satu layar tambahan di bagian belakang. Xiaomi 18 Pro dilengkapi layar OLED 2,66 inci di panel belakangnya, sementara varian 18 Pro Max hadir dengan layar OLED 2,86 inci yang lebih besar dan mendukung refresh rate 120Hz. Layar sekunder ini bukan sekadar pajangan; ia berfungsi menampilkan widget, wallpaper, kontrol media, dan bahkan dapat digunakan sebagai panduan untuk mengambil swafoto menggunakan kamera belakang utama yang memiliki resolusi tinggi. Fitur ini merupakan evolusi dari apa yang ditawarkan pada seri Xiaomi 17 Pro yang hanya tersedia di Tiongkok tahun lalu.

Salah satu fitur paling revolusioner yang dibawa oleh seri Xiaomi 18 Pro adalah teknologi "Smart Privacy Display" milik Xiaomi. Teknologi ini diklaim mampu menyaingi, bahkan mungkin melampaui, "Privacy Display" populer yang ditemukan pada perangkat seperti Samsung Galaxy S26 Ultra. Smart Privacy Display memungkinkan pengguna membatasi sudut pandang layar, mencegah orang lain mengintip konten pada sudut lebih dari 60 derajat. Keunggulannya tidak hanya berhenti di situ; teknologi ini juga dapat diterapkan pada notifikasi dan widget tanpa memengaruhi tampilan layar utama secara keseluruhan. Yang lebih menarik, Xiaomi memungkinkan fitur ini bekerja pada aplikasi yang berjalan dalam mode split-screen, memungkinkan pengguna menyembunyikan hanya satu aplikasi tertentu, serta pada notifikasi aplikasi spesifik yang mungkin bersifat lebih sensitif.
Secara fisik, Xiaomi 18 Pro yang lebih kecil memiliki layar utama 6,4 inci, sedangkan 18 Pro Max membanggakan layar 6,9 inci. Kesempatan untuk menjajal model Pro di ajang Snapdragon Summit 2026 menunjukkan bahwa perangkat ini memiliki ukuran dan bobot yang sangat mirip dengan iPhone 18 Pro, sebuah pilihan desain yang disinyalir disengaja oleh Xiaomi. Meskipun fungsi Smart Privacy Display belum dapat diuji sepenuhnya pada unit demo, layar OLED belakangnya sudah dapat digunakan untuk mengambil swafoto dengan lensa utama 200MP, yang dapat diaktifkan melalui gerakan tangan atau tombol volume.
Di sektor performa, Xiaomi 18 Pro ditenagai oleh chipset Snapdragon 8 Elite Gen 6 terbaru, sementara 18 Pro Max akan menggunakan Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6 yang lebih bertenaga. Kedua model berbagi konfigurasi tiga kamera belakang yang mengesankan, terdiri dari lensa utama 200MP, lensa telefoto 200MP, dan lensa ultra-wide 50MP. Untuk daya tahan, 18 Pro dibekali baterai silikon-karbon 7.000mAh, sedangkan 18 Pro Max memiliki sel baterai 8.500mAh yang lebih besar. Namun, perlu dicatat bahwa kapasitas baterai ini mungkin akan berbeda untuk pasar di luar Tiongkok.
Mengenai ketersediaan global, Xiaomi belum memberikan kejelasan penuh. Mengingat seri 17 Pro sebelumnya tidak meluncur di luar Tiongkok, ada kemungkinan setidaknya satu dari model 18 Pro atau 18 Pro Max akan tersedia di wilayah seperti Inggris dan Eropa. Namun, peluncuran di Amerika Serikat atau Australia tampaknya masih belum pasti. Untuk harga, Xiaomi 18 Pro akan dibanderol mulai dari ¥5.999 CNY (sekitar Rp13 jutaan), dan 18 Pro Max mulai dari ¥6.999 CNY (sekitar Rp15 jutaan). Perlu diingat bahwa harga ini kemungkinan akan jauh lebih tinggi saat perangkat ini benar-benar tiba di pasar internasional.

