diyetekno – Dunia kerja di ambang perubahan besar. CEO Anthropic, Dario Amodei, memperingatkan bahwa kecerdasan buatan (AI) akan menyebabkan gelombang pengangguran massal dalam lima tahun ke depan. Pernyataan ini muncul di tengah maraknya perusahaan yang memilih AI daripada mempekerjakan karyawan baru.
Amodei, dalam wawancaranya dengan CNN, menyatakan bahwa AI semakin pintar dalam hampir semua tugas intelektual, bahkan melampaui kemampuan manusia. "AI akan semakin baik dalam melakukan apa yang dilakukan semua orang, termasuk saya, termasuk CEO lainnya," ujarnya. Anthropic sendiri adalah perusahaan di balik Claude, salah satu model AI paling populer saat ini. Versi terbaru mereka, Claude 4 Sonnet dan Opus, bahkan disebut-sebut sebagai salah satu sistem AI terbaik yang ada saat ini menurut pengujian di diyetekno.com.

Dalam wawancara terpisah dengan Axios, Amodei memprediksi bahwa AI dapat menghilangkan separuh pekerjaan kerah putih tingkat pemula dan meningkatkan tingkat pengangguran hingga 20% dalam lima tahun mendatang.
Pernyataan ini bukan sekadar spekulasi. CEO Meta, Mark Zuckerberg, ingin AI melakukan setengah dari coding Meta pada tahun 2026. Sementara itu, CEO Microsoft, Satya Nadella, mengungkapkan bahwa 30% kode perusahaannya saat ini dibuat oleh AI. Kemampuan AI dalam menangani kode telah berkembang pesat, tidak hanya mampu membuat kode berdasarkan perintah, tetapi juga memeriksa pekerjaan, menambahkan blok kode siap pakai, dan menangani tugas-tugas yang memakan waktu seperti debugging.
Hal ini berpotensi membuat banyak pekerjaan di industri coding menjadi usang. Anthropic sendiri melacak bagaimana orang menggunakan model AI mereka: apakah untuk membantu pekerjaan manusia atau menggantikannya sepenuhnya. Saat ini, sekitar 60% orang menggunakan AI untuk augmentasi, sementara 40% untuk otomatisasi. Namun, angka penggantian ini terus meningkat dan terlihat di perusahaan-perusahaan besar seperti Shopify dan Duolingo.
Dengan perkembangan AI yang begitu pesat, Amodei menyarankan agar masyarakat belajar menggunakan AI. "Pelajari cara menggunakan AI," ujarnya. Saran yang mungkin terdengar klise, namun krusial di tengah perubahan lanskap pekerjaan yang semakin didominasi oleh teknologi ini.

