Diyetekno.com- Layanan kecerdasan buatan (AI) populer milik Google, Gemini, dilaporkan mengalami gangguan massal yang memengaruhi ribuan penggunanya. Insiden ini memicu gelombang keluhan di platform pelaporan masalah, Downdetector, meskipun Google sendiri tidak pernah secara resmi mengakui adanya gangguan pada halaman status layanannya.
Pada hari Kamis, 8 Oktober 2026, sekitar pukul 16:20 UTC, laporan mengenai masalah akses dan penggunaan Gemini mulai membanjiri Downdetector. Awalnya, sekitar 1.700 pengguna melaporkan adanya kendala. Namun, dalam waktu singkat, jumlah tersebut melonjak drastis, mencapai lebih dari 4.000 laporan dalam waktu satu jam, dan puncaknya bahkan melebihi 5.000 keluhan. Lonjakan laporan yang begitu cepat ini menjadi indikator kuat bahwa masalah yang terjadi bukanlah insiden terisolasi, melainkan gangguan berskala luas yang memengaruhi banyak pengguna Gemini secara bersamaan.

Yang menarik, di tengah derasnya laporan dari pengguna, halaman status resmi Gemini tetap menunjukkan "All systems operational" atau "Semua sistem beroperasi normal." Kontradiksi ini menimbulkan pertanyaan di kalangan pengguna dan pengamat teknologi, mengapa Google tidak mengakui gangguan yang begitu jelas dirasakan oleh ribuan orang. Situasi ini menunjukkan adanya perbedaan antara pengalaman pengguna di lapangan dan pemantauan internal Google.
Para pengguna yang terdampak membagikan berbagai pengalaman mereka di kolom komentar Downdetector. Beberapa di antaranya melaporkan munculnya "error 1155" yang hanya menampilkan pesan umum "Something went wrong." Sementara itu, ada juga yang menemui "error code 13." Menurut informasi dari Google Help, error 13 mengindikasikan "kegagalan jabat tangan sisi server, konflik browser, atau desinkronisasi tingkat akun yang memblokir input teks atau unggahan." Esensinya, jika pengguna mendapatkan kode error ini, pesan Gemini mereka akan terpental kembali, dan tidak ada yang bisa mereka lakukan selain menunggu hingga masalah teratasi dari sisi server.
Gangguan ini berlangsung selama lebih dari satu jam sebelum akhirnya tampak pulih dengan sendirinya. Setelah mencapai puncaknya, grafik laporan di Downdetector mulai menunjukkan penurunan bertahap. Meskipun jumlah laporan masih terbilang tinggi, yakni sekitar 4.811 pada satu titik, adanya tren penurunan memberikan harapan akan pemulihan.
Sekitar pukul 17:09 UTC, laporan di Downdetector telah berkurang hampir separuhnya, menjadi sekitar 2.000. Tim Diyetekno.com juga melakukan pengujian langsung terhadap layanan Gemini dan menemukan bahwa AI tersebut berfungsi dengan normal, bahkan saat ditanya apakah sedang mengalami gangguan, Gemini menjawab bahwa semua sistemnya berjalan baik.
Pada pukul 17:26 UTC, laporan di Downdetector telah anjlok drastis hingga hanya tersisa 355, jauh di bawah puncak lebih dari 4.000 laporan satu jam sebelumnya. Dengan tidak adanya pengakuan resmi dari Google dan pulihnya layanan secara bertahap, tampaknya gangguan yang sempat melumpuhkan Gemini ini telah berakhir. Spekulasi mengemuka bahwa gangguan tersebut mungkin tidak cukup besar atau tidak berlangsung cukup lama untuk terdeteksi oleh sistem pemantauan internal Google yang lebih luas, sehingga status "All systems operational" tetap dipertahankan sepanjang insiden.

