diyetekno.com – Siapa sangka di era digital ini teknologi kecerdasan buatan atau AI tidak hanya menjadi domain para insinyur atau mahasiswa yang sibuk menulis esai. Buktinya seorang nenek berusia 70 tahun telah menjadikan AI sebagai alat andalannya setiap hari. Kisah inspiratif ini membuktikan bahwa AI tidak harus rumit untuk menjadi sangat bermanfaat bahkan bagi mereka yang jauh dari dunia teknologi.
Nenek ini mungkin menyebut ChatGPT sebagai ChatGap namun kemampuannya memanfaatkan AI sungguh luar biasa. Ia tidak sedang membangun aplikasi canggih melainkan menggunakannya untuk berbagai keperluan praktis mulai dari membuat lembar kerja untuk kegiatan sukarela hingga mencari kain langka untuk hobinya menjahit quilt. Penggunaan AI yang begitu alami olehnya menjadi pengingat bahwa teknologi ini dirancang untuk memudahkan hidup bukan mempersulit. Fitur-fitur yang paling sering ia gunakan adalah yang mampu menghemat waktu dan memberinya keyakinan sebelum mengambil keputusan.

Berikut adalah lima cara AI telah menjadi bagian tak terpisahkan dari rutinitas hariannya.
1. Pelindung dari Pesan Mencurigakan
Di tengah maraknya penipuan daring nenek ini sangat menyadari bahwa tidak semua yang ada di internet bisa dipercaya. Sebagai wanita berusia 70-an ia adalah target empuk bagi para penipu. Notifikasi pengiriman palsu email phishing pesan teks penipuan hingga postingan Facebook yang meyakinkan kerap menghampirinya.
Alih-alih menebak apakah sebuah pesan itu asli atau tidak ia kini membuka ChatGPT dan menggunakan fitur deteksi penipuan yang terintegrasi untuk menganalisis pesan tersebut sebelum mengklik tautan atau membalas. Terkadang ia menyalin teksnya langsung ke obrolan atau mengunggah tangkapan layar. Lapisan verifikasi ekstra ini memberinya ketenangan pikiran yang juga menenangkan keluarganya.
2. Berburu Kain Quilt Lewat Foto
Ini mungkin salah satu penggunaan AI paling unik yang tidak terpikirkan sebelumnya. Nenek ini adalah seorang quilter yang sangat antusias. Siapa pun yang gemar menjahit pasti tahu betapa frustrasinya jika kehabisan kain tertentu dan yang tersisa hanyalah potongan kecil tanpa label atau nama produsen.
Daripada menghabiskan berjam-jam mencari secara daring ia cukup memotret kain tersebut dan mengunggahnya ke ChatGPT atau Gemini. AI akan mengidentifikasi warna pola dan bahkan terkadang koleksi atau produsen kainnya. AI juga bisa menyarankan toko daring yang mungkin masih menjualnya atau merekomendasikan alternatif serupa jika kain aslinya sudah tidak diproduksi lagi. Ini seperti memiliki ahli kain pribadi yang siap membantu kapan saja.
3. Menjawab Pertanyaan Sehari-hari dengan Mudah
Percakapan AI-nya tidak rumit. Ia sering menggunakan fitur suara ChatGPT untuk bertanya hal-hal sederhana seperti bolehkah makan sisa makanan setelah tiga hari berapa lama ayam matang bisa disimpan di kulkas bisakah ini dibekukan sebelum busuk cara terbaik membersihkan wajan ini atau mengapa kucingku menatapku seperti itu.
Ini bukanlah pertanyaan medis yang mengancam jiwa namun merupakan jenis keputusan sehari-hari yang dulu membuat orang mencari di mesin pencari. Kini ia cukup bertanya dengan bahasa sehari-hari dan mendapatkan jawaban langsung tanpa harus menelusuri banyak situs web.
4. Mengandalkan Google Maps yang Berbasis AI
Banyak dari kita menggunakan AI setiap hari tanpa menyadarinya. Nenek ini belajar menggunakan Google Maps untuk menemukan harga bensin termurah. Namun ia juga memanfaatkannya untuk memprediksi lalu lintas memperkirakan waktu kedatangan menyarankan rute tercepat dan mengalihkan pengemudi dari kecelakaan atau penutupan jalan. Ini adalah pengingat bahwa AI telah menyatu dalam kehidupan kita.
5. Rutinitas Kebugaran yang Dipersonalisasi
Nenek ini rajin pergi ke gym bahkan lebih sering daripada banyak orang muda. Ia sering beralih ke ChatGPT atau Gemini untuk mencari rutinitas kebugaran baru. Dengan perintah sederhana seperti saya hanya punya waktu 30 menit hari ini latihan apa yang terbaik untuk saya AI akan memberikan saran yang disesuaikan.
Pada akhirnya nenek ini juga menggunakan ChatGPT hanya untuk mengobrol. Terkadang pertanyaannya praktis dan di lain waktu lebih seperti trivia tentang The Beatles atau mencoba mengingat nama aktris favoritnya di film tertentu. Ia bertanya tentang berkebun resep masalah rumah tangga produk yang sedang ia pertimbangkan untuk dibeli atau fakta acak yang ia ingin tahu. Yang terpenting ia tidak khawatir tentang menulis prompt yang sempurna. Ia hanya bertanya seperti ia bertanya kepada orang lain.
Ironisnya itulah mungkin mengapa nenek ini mendapatkan jawaban yang begitu bermanfaat. Intinya AI tidak harus rumit meskipun persepsinya hanya untuk programmer atau orang yang bekerja di bidang teknologi. Menyaksikan nenek ini menggunakannya setiap hari menceritakan kisah yang berbeda. Ia tidak mencoba mengotomatiskan hidupnya atau mengganti hobinya. Ia menggunakan AI untuk memecahkan masalah kecil yang muncul sepanjang hari.
Jika Anda bertanya-tanya apakah AI memiliki tempat dalam rutinitas harian Anda atau Anda mencoba membantu orang tua atau kakek nenek Anda untuk memulai mulailah dengan satu masalah nyata yang sudah mereka miliki. Mereka mungkin akan menggunakannya setiap hari.

