diyetekno.com – Sebuah studi mengejutkan dari Anthropic perusahaan di balik Claude mengungkap potensi masa depan ekonomi global yang didominasi kecerdasan buatan atau AI pada tahun 2030. Model ekonomi terbaru ini memprediksi pertumbuhan kekayaan yang luar biasa namun ironisnya gaji para pekerja berpengetahuan justru terancam stagnan bahkan merosot tajam. Ini adalah gambaran paradoks kemajuan teknologi yang patut dicermati.
Penelitian ini menyoroti bagaimana ekonomi Amerika Serikat bisa tumbuh hingga 32 persen lebih kaya dari proyeksi normal. Namun di sisi lain upah bagi para pekerja berpengetahuan atau knowledge workers nyaris tidak bergerak. Dalam skenario terburuk upah mereka bahkan bisa anjlok lebih dari 10 persen. Pekerja berpengetahuan adalah profesional yang mengandalkan keahlian pemikiran kritis dan pengetahuan khusus sebagai modal utama mereka.

Anthropic menegaskan bahwa ini bukanlah ramalan pasti melainkan serangkaian skenario yang dirancang untuk menunjukkan bagaimana faktor-faktor seperti adopsi AI otomatisasi dan kemampuan pekerja untuk beradaptasi dengan karir baru akan menentukan siapa yang benar-benar diuntungkan dari ledakan produktivitas AI.
Ada tiga skenario utama yang digambarkan. Skenario moderat menunjukkan pergeseran teknologi yang mirip dengan era sebelumnya di mana AI meningkatkan produktivitas dan ekonomi tumbuh dalam batas-batas historis.
Namun skenario substansial menghadirkan gambaran yang jauh berbeda. Di sini AI mampu melakukan separuh dari semua tugas pekerjaan berpengetahuan secara otonom pada tahun 2030. Meskipun AI tidak sepenuhnya mengambil alih semua pekerjaan karena adopsi bisnis yang bervariasi model ini menunjukkan pertumbuhan ekonomi dua kali lipat dari laju normal. Produk Domestik Bruto AS diperkirakan mencapai 363 triliun dolar pada tahun 2030 atau 83 persen lebih tinggi tanpa AI. Anehnya upah pekerja berpengetahuan cenderung datar.
Fenomena ini terjadi karena Anthropic memecah pekerjaan menjadi tugas-tugas individu. Beberapa tugas dapat diperkuat AI sebagian diotomatisasi dan sisanya tetap membutuhkan campur tangan manusia. Ambil contoh perawat. AI mungkin bisa membantu menyusun instruksi pasien memantau kondisi atau mengatur jadwal perawatan. Namun AI tidak bisa memandikan pasien. Artinya permintaan untuk pekerjaan digital tertentu bisa menurun sementara produktivitas AI menciptakan permintaan baru di sektor lain. Contoh lain adalah konstruksi. Jika AI secara dramatis mengurangi waktu desain dan perizinan proyek maka lebih banyak proyek akan layak dikerjakan dan ini meningkatkan permintaan serta upah bagi pekerja konstruksi.
Perhitungan berubah drastis ketika AI mampu mengotomatisasi sebagian besar pekerjaan sehingga perusahaan tidak lagi membutuhkan banyak tenaga manusia. Pekerja seperti programmer atau agen pusat panggilan mungkin perlu beralih ke pekerjaan yang kurang terpapar AI seperti perawat atau teknisi listrik. Kemudahan transisi ini menjadi variabel paling krusial dalam model Anthropic. Jika AI menghilangkan pekerjaan lebih cepat daripada kemampuan pekerja untuk beradaptasi tingkat pengangguran akan melonjak.
Skenario ekstrem adalah uji tekanan di mana beberapa asumsi agresif tentang AI menjadi kenyataan. Dalam versi ini AI menjadi lebih produktif dari manusia dalam sebagian besar tugas berpengetahuan melakukan hampir semuanya secara otonom dan tidak menciptakan cukup jenis pekerjaan berpengetahuan baru untuk menggantikan yang hilang. Ini membutuhkan AI yang mampu meningkatkan diri secara rekursif dan adopsi yang sangat cepat. Hasilnya luar biasa. Pada tahun 2030 PDB AS mencapai 444 triliun dolar membuat ekonomi 324 persen lebih besar dari tanpa AI. Namun gaji pekerja berpengetahuan anjlok lebih dari 10 persen dan pengangguran meningkat melampaui tingkat resesi. Skenario ini mengungkap kesenjangan besar antara pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan individu.
Menariknya sebagian besar masyarakat Amerika tidak mengharapkan skenario ekstrem ini. Survei terhadap 10980 warga AS menunjukkan bahwa ekspektasi mereka lebih condong ke skenario substansial. Ini menghasilkan ekonomi sekitar 10 persen lebih besar pada tahun 2030 dengan tingkat pengangguran sekitar 5 persen.
Penting untuk diingat bahwa model Anthropic tidak memperhitungkan respons pemerintah siklus bisnis gangguan pasar keuangan perubahan permintaan konsumen atau risiko bencana AI. Model ini juga belum mempertimbangkan masa depan di mana robot berkemampuan tinggi dapat melakukan banyak pekerjaan fisik yang tentu akan mengubah prospek pekerjaan yang saat ini terlihat aman. Ini adalah skenario bukan prediksi pasti. Namun satu hal yang jelas masa depan pekerjaan jauh lebih rumit daripada sekadar pertanyaan apakah AI akan mengambil alih pekerjaan Anda. AI bisa membuat beberapa pekerja jauh lebih produktif mengurangi permintaan untuk yang lain dan menciptakan permintaan baru di bidang yang tidak berhubungan dengan pekerjaan di depan komputer. Pada saat yang sama ekonomi bisa tumbuh jauh lebih cepat tanpa peningkatan gaji yang proporsional bagi pekerja.

