Diyetekno.com- Pasar ponsel lipat semakin memanas dengan kehadiran resmi iPhone Duo dari Apple, yang telah lama dinanti. Ponsel lipat pertama Apple ini hadir dengan berbagai fitur baru dan desain "passport-style" yang serupa dengan Galaxy Z Fold 8, Xiaomi 18 Fold, dan Huawei Pura X Max. Namun, di balik inovasinya, kekhawatiran terbesar bagi banyak pengguna adalah daya tahan baterainya. Untuk menjawab pertanyaan krusial ini, serangkaian pengujian intensif telah dilakukan terhadap enam ponsel lipat flagship terbaik yang tersedia secara global selama beberapa minggu.
Pengujian baterai ini menggunakan metode komprehensif yang dikembangkan secara khusus, dinamakan CellMark, yang memanfaatkan kombinasi model AI. Setelah ratusan jam dan berbagai iterasi, CellMark telah menjadi rangkaian uji yang solid, mampu memperhitungkan keunikan setiap produsen ponsel dan pola penggunaan rata-rata pengguna saat ini. Dalam perbandingan ini, digunakan suite EnduranceMark, yang menjalankan tes hingga baterai mencapai 5%, dengan syarat minimal 80% baterai terkuras. Dua tes utama dari suite ini adalah Synthesizer, untuk menguji daya tahan di bawah beban berat, dan Doom Scroller, yang mensimulasikan aktivitas populer menggulir media sosial tanpa henti. Selain itu, tes pengisian daya ChargeMark, skrip penjelajahan web yang memuat 20 halaman berat, dan tes pemutaran video berulang juga disertakan.

Hasil pengujian pengisian daya menunjukkan variasi yang signifikan. Oppo Find N6 memimpin dengan waktu pengisian penuh tercepat, hanya 47 menit untuk baterai 6.000 mAh. Diikuti oleh Honor Magic V6 dan Moto Razr Fold. Sementara itu, Galaxy Z Fold 8 membutuhkan 69 menit, dan Galaxy Z Fold 8 Ultra sedikit lebih cepat dengan 60 menit. Google Pixel 11 Pro Fold menempati posisi terakhir dengan waktu pengisian 54 menit, yang tidak mengejutkan mengingat kecepatan pengisiannya yang paling lambat. Apple mengklaim iPhone Duo dengan pengisian 60W dapat mencapai 50% dalam 20 menit, menempatkannya setara dengan Honor Magic V6 dan Galaxy Z Fold 8 Ultra.
Pada tes penjelajahan web, yang mensimulasikan penggunaan browser secara terus-menerus, Galaxy Z Fold 8 menunjukkan performa yang mengejutkan dengan daya tahan 17 jam 44 menit, berkat tingkat pengurasan baterai yang rendah. Moto Razr Fold juga sangat optimal untuk skenario ini, mencapai 20 jam 14 menit. Sebaliknya, Pixel 11 Pro Fold tertinggal dari para pesaingnya. Apple belum merilis estimasi daya tahan iPhone Duo untuk penjelajahan web, sehingga performanya masih menjadi misteri.
Dalam pengujian pemutaran video 4K, klaim produsen seringkali tidak sesuai dengan kenyataan. Namun, Samsung, Oppo, dan Honor patut diacungi jempol karena klaim mereka cukup akurat. Oppo Find N6 memimpin dengan 22 jam 47 menit, diikuti oleh Honor Magic V6 (21 jam 57 menit) dan Moto Razr Fold (20 jam 49 menit). Galaxy Z Fold 8 dan Ultra juga menunjukkan daya tahan yang baik, sekitar 20 jam. Yang menarik, Apple mengklaim iPhone Duo dapat mencapai hingga 35 jam pemutaran video di layar dalam dan 44 jam di layar luar. Jika klaim ini mendekati kenyataan, iPhone Duo berpotensi menjadi raja daya tahan baterai untuk pemutaran video di segmen ponsel lipat.
Tes Synthesizer, yang dirancang untuk membebani chipset secara maksimal, mengungkap bagaimana setiap produsen menyeimbangkan daya dan efisiensi. Galaxy Z Fold 8 dan Ultra, dengan chipset Snapdragon 8 Elite Gen 5 yang berkinerja tinggi, cenderung memprioritaskan performa, menghasilkan daya tahan sekitar 5,5 jam di bawah beban berat. Tensor G6 di Pixel 11 Pro Fold menunjukkan optimasi yang mengejutkan, tetapi Motorola, Honor, dan Oppo menawarkan keseimbangan performa dan daya tahan baterai yang jauh lebih baik, memungkinkan kinerja tinggi yang berkelanjutan lebih lama.
Tes Doomscrolling, yang mensimulasikan penggunaan media sosial, menunjukkan beberapa data menarik. Galaxy Z Fold 8 Ultra, dengan bodi tipis dan baterai lebih besar, cenderung lebih panas daripada pesaingnya. Sebaliknya, Honor Magic V6 kembali menunjukkan dominasinya. Kinerja Pixel 11 Pro Fold membuktikan Tensor G6 adalah peningkatan yang signifikan. Penting untuk dicatat bahwa pilihan prosesor sangat memengaruhi performa termal dan daya tahan baterai. Oppo Find N6 dan Moto Razr Fold, misalnya, menggunakan prosesor dengan konfigurasi inti yang berbeda atau versi yang lebih tua (Snapdragon 8 Gen 5), yang terbukti lebih efisien dalam manajemen termal.
Dalam pengujian khusus, Galaxy Z Fold 8 mampu mencapai 24 jam 42 menit dalam satu kali tes Doom Scroll dengan kondisi optimal (sinkronisasi data latar belakang dinonaktifkan, kecerahan 40%). Ini hampir 150% lebih tinggi dari hasil pengujian standar. Temuan ini juga menggarisbawahi pentingnya membuka ponsel saat mengisi daya untuk manajemen termal yang lebih baik, menjaga perangkat tetap dingin.
Bagaimana dengan iPhone Duo? Apple mengklaim daya tahan baterai yang lebih baik dari iPhone 17 Pro Max, dengan hingga 35 jam pemutaran video saat terbuka dan 44 jam saat terlipat. Angka ini 35% lebih tinggi dari Galaxy Z Fold 8. Ditambah dengan bodi yang lebih tebal dan manajemen termal yang lebih baik, iPhone Duo berpotensi menetapkan standar baru untuk daya tahan baterai ponsel lipat di pasar. Uji coba di dunia nyata, terutama pada skenario seperti Doom Scroller, akan menjadi penentu sebenarnya. Optimisme tetap tinggi bahwa iPhone Duo setidaknya dapat menyamai performa Galaxy Z Fold 8. Kita akan segera mengetahuinya setelah iPhone Duo resmi dijual.

