Diyetekno – Sebagai seorang reviewer smartphone yang sudah malang melintang, saya akui, ada sesuatu yang menarik dari iPhone Air. Seorang kolega bahkan lebih memilih iPhone Air berwarna biru ketimbang iPhone 17 Pro oranye miliknya. Jujur, saat iPhone 17 Pro Max saya tiba, saya merasakan sedikit… iri? Pada ponsel setipis itu? Saya tidak malu mengakui bahwa saya penasaran, bahkan sedikit menyesal tidak memilih iPhone Air yang ramping dan stylish itu.
Mengapa iPhone Air Begitu Memikat?

Mungkin terdengar aneh, tapi setelah bertahun-tahun mengeluhkan kekurangan smartphone, iPhone Air seolah menantang semua keluhan itu. Ia berani menggoda dengan desainnya yang ramping dan ringan.
- Baterai Lebih Tahan Lama? Sayangnya, tidak.
- Kamera Setara DSLR? Cukup satu kamera, dan bukan yang terbaik dari Apple.
Bahkan, saya merasa beruntung Apple masih menyertakan MagSafe pada iPhone Air, mengingat fitur ini absen di iPhone 16e yang lebih murah.
Sensasi "Baru" yang Dicari
iPhone Air mungkin kekurangan fitur-fitur yang biasanya saya cari di smartphone baru. Namun, ia menawarkan sesuatu yang lebih penting: pengalaman baru. Saya ingin merasakan sensasi berbeda, bukan sekadar peningkatan dari model tahun lalu.
Saya teringat saat menjajal Samsung Galaxy S25 Edge (yang sayangnya, belum setipis iPhone Air). Sensasi menggenggamnya terasa berbeda, ringan, dan mengingatkan saya pada ponsel-ponsel jadul yang super tipis.
Lebih dari Sekadar Spesifikasi
Setiap tahun, produsen smartphone berlomba-lomba menambahkan fitur dan meningkatkan spesifikasi. Namun, jarang sekali kita menemukan ponsel yang benar-benar berbeda. Mungkin karena kita terlalu fokus pada peningkatan yang konstan.
Sebagai gadget enthusiast, saya terbiasa mencari spesifikasi tertentu: layar lebih besar, kamera lebih banyak dengan megapiksel lebih tinggi, baterai lebih tahan lama, dan performa super cepat. Tapi, saya rasa sudah cukup. Smartphone sudah cukup cepat, kamera sudah cukup bagus. Saatnya mencari sesuatu yang berbeda.
Tabel Perbandingan: iPhone Air vs. Galaxy S25 Edge
| Fitur | iPhone Air (Rumor) | Galaxy S25 Edge (Reviewer’s Experience) |
|---|---|---|
| Desain | Ramping, Ringan | Ramping, Ringan |
| Kamera | Satu Kamera | (Tidak Disebutkan) |
| Baterai | Standar | (Tidak Disebutkan) |
| Pengalaman | "Baru" | "Baru" |
| Durabilitas | Diklaim Terbaik | (Tidak Disebutkan) |
Saatnya Berpikir Ulang
Jika butuh foto yang lebih baik, bawalah kamera khusus. Jika butuh baterai lebih tahan lama, bawalah power bank. Lebih fleksibel daripada berharap smartphone Anda tidak kehabisan daya sebelum hari berakhir.
Galaxy S25 Edge mungkin bukan smartphone terbaik yang pernah saya coba, tapi ia membuat saya tersenyum setiap kali menggunakannya. Saya tidak khawatir jari kelingking sakit setelah bermain game berjam-jam. Saya bisa menyelipkannya ke saku celana yang terlalu sempit untuk iPhone Pro Max.
Durabilitas: Nilai Tambah iPhone Air
Salah satu keunggulan utama iPhone Air adalah durabilitasnya. Diklaim sebagai iPhone paling tahan lama yang pernah ada. Jika Apple hanya membuat iPhone yang tahan lama tanpa membuatnya setipis ini, saya tetap akan terkesan.
Jika Anda bosan dengan smartphone yang itu-itu saja, pertimbangkan iPhone Air atau Galaxy S25 Edge. Jangan malu mengorbankan fitur-fitur "penting" yang selalu didengungkan orang. Yang terpenting adalah menikmati smartphone yang Anda gunakan. Mungkin Anda akan lebih menikmati membawa smartphone yang tipis dan ringan daripada membawa "batu bata" yang overpowered.

