Lensa Kontak Hilang? ChatGPT Vision Jadi Pahlawan!
diyetekno – Sebagai jurnalis tekno, saya terbiasa mengandalkan ChatGPT untuk meningkatkan produktivitas kerja. Namun, baru-baru ini, saya menggunakannya untuk tujuan yang jauh lebih personal dan mendesak: menemukan lensa kontak yang hilang di kamar mandi. Bagi saya, yang memiliki riwayat operasi mata sejak bayi dan sangat bergantung pada kacamata, kehilangan lensa kontak bukanlah sekadar ketidaknyamanan kecil. Ini adalah ‘henti total’ bagi aktivitas saya. Dengan satu mata buram dan satu lagi nyaris tak berguna, mencari sepotong plastik bening di lantai basah terasa seperti misi mustahil yang memicu kepanikan. Terlebih, lensa kontak saya bukan jenis sekali pakai, menjadikannya kerugian finansial yang signifikan jika hilang.

Di tengah keputusasaan dan sedikit rasa penasaran, saya memutuskan untuk mencoba pendekatan yang tidak konvensional. Saya membuka aplikasi ChatGPT, mengaktifkan fitur Voice dan Vision, lalu perlahan mengarahkan kamera ponsel saya menyusuri lantai kamar mandi. Awalnya, saya hanya mengajukan pertanyaan sederhana, "Bisakah Anda membantu saya menemukan lensa kontak saya?" ChatGPT dengan cepat memberikan saran dasar, seperti memeriksa keset kamar mandi, lantai, bahkan kelopak mata saya. Namun, yang luar biasa adalah ketika saya memanfaatkan fitur Voice dan Vision secara penuh. Saya membiarkan ChatGPT memandu saya secara real-time saat saya memindai lantai, secara efektif mengubah AI ini menjadi sepasang mata kedua saya.
Yang paling mengejutkan bukanlah niat ChatGPT untuk membantu, melainkan tingkat spesifisitas bantuannya. Alih-alih memberikan saran yang umum, AI ini menunjuk pada detail-detail kecil seperti "lekukan transparan samar di dekat tepi ubin," atau "area di mana pantulan cahaya sedikit berbeda dari permukaan sekitarnya." Setelah beberapa menit berjongkok dan mengikuti setiap instruksi ChatGPT, saya menyeka sedikit air, dan di sanalah ia: lensa kontak saya. Utuh. Tidak hancur. Tidak hilang selamanya masuk ke saluran pembuangan.
Penting untuk dipahami, ChatGPT Vision tidak "mengenali" lensa kontak seperti mengenali anjing atau tumbuhan. Sebaliknya, ia menganalisis kontras, pantulan, bentuk, dan ketidakberaturan kecil – detail-detail yang sangat mudah terlewatkan ketika penglihatan kita terganggu dan pikiran sedang dilanda stres. Dalam kasus ini, AI bukanlah lebih pintar dari saya. Ia hanya lebih tenang dan objektif.
Metode ini sangat layak dicoba jika Anda kehilangan benda kecil lainnya seperti anting, paku payung, atau benda mungil lain yang sulit ditemukan. Kita seringkali membayangkan ChatGPT Vision sebagai alat untuk menerjemahkan menu, membaca rambu, atau menganalisis grafik data. Namun, terkadang kegunaan AI yang paling berharga bukanlah sesuatu yang terduga atau biasa, melainkan kemampuannya membantu kita menemukan sesuatu yang secara harfiah tidak bisa kita lihat dengan mata kepala sendiri.
Untuk berita, analisis, dan ulasan teknologi terkini lainnya, pastikan Anda mengikuti diyetekno.com di Google News dan jadikan kami sumber pilihan Anda.

