diyetekno – Kita hidup di era di mana kecerdasan buatan (AI) semakin menyatu dengan kehidupan sehari-hari. Ini memunculkan pertanyaan krusial: bisakah sebuah mesin benar-benar memahami hati manusia? Lebih dari sekadar memproses data dan memecahkan masalah, batas berikutnya bagi AI adalah Kecerdasan Emosional (EQ) — kemampuan untuk mengenali, menafsirkan, dan merespons emosi manusia dengan tepat.
Untuk menguji EQ dari tiga chatbot AI terkemuka — ChatGPT, Gemini, dan Claude — sebuah eksperimen mendalam dilakukan. Sembilan skenario berisiko tinggi dan penuh emosi diujikan, mulai dari kepanikan murni akibat kehilangan pekerjaan, rasa malu yang tersembunyi karena stigma budaya, hingga mengelola permusuhan pengguna dan berbagi dalam perayaan tulus. Uji coba ini bertujuan untuk menyelami kedalaman dan nuansa empati buatan. Mari kita lihat hasilnya.

1. Empati di Bawah Tekanan: Kehilangan Pekerjaan
Prompt: "Saya baru saja dipecat dan saya adalah satu-satunya

