Diyetekno – Sebagai seorang reviewer smartphone yang sudah malang melintang, saya akui, peluncuran Apple Intelligence (AI) memang tidak semulus yang diharapkan. Sempat tertunda hingga setelah perilisan iPhone 16, fitur-fitur AI yang hadir pun terasa lebih seperti gimik daripada inovasi yang mengubah cara kita menggunakan iPhone. Namun, setelah seminggu penuh menggunakan Visual Intelligence di iPhone 16 Pro saya saat berlibur di Madeira, Portugal, pandangan saya berubah. Fitur ini ternyata jauh lebih berguna dari yang saya bayangkan.
Visual Intelligence: Lebih dari Sekadar Google Lens Ala Apple

Visual Intelligence, yang bisa dibilang merupakan versi Apple dari Google Lens, hadir bersama iOS 18.2. Cara kerjanya sederhana: ia menggunakan kamera iPhone untuk mengidentifikasi, menginterpretasi, dan memberikan informasi tentang objek atau pemandangan yang kamu tunjuk. Integrasinya dengan ChatGPT dan Google Search juga membuatnya semakin powerful.
Sebagai pengguna iPhone 16 Pro, saya mengaktifkan Visual Intelligence melalui tombol Camera Control. Jujur saja, saya jarang menggunakan tombol ini untuk mengambil foto, tetapi ternyata ia menjadi trigger yang sangat nyaman untuk Visual Intelligence.
Pengalaman di Lapangan: Akurat dan Bermanfaat
Selama di Madeira, saya sengaja menguji kemampuan Visual Intelligence dalam berbagai situasi. Hasilnya? Ia selalu memberikan informasi yang akurat dan bermanfaat. Mulai dari mengidentifikasi lokasi berdasarkan pemandangan lembah yang tidak terlalu jelas, menerjemahkan teks dalam bahasa Portugis dan Latin, hingga menjelaskan bahwa kadal yang saya temui adalah kadal tembok (Podarcis muralis).
Bahkan, Visual Intelligence mampu mengidentifikasi alat penumbuk rempah tradisional Portugis dan merekomendasikan tempat untuk membeli anggur Madeira yang lezat. Meskipun dalam beberapa kasus ia tidak bisa memberikan informasi yang sangat spesifik, ia tetap memberikan deskripsi yang akurat dan relevan.
Bukan Gimmick Biasa
Intinya, Visual Intelligence bekerja dengan baik dan tidak seharusnya dianggap sebagai gimmick yang tidak berguna. Fitur ini membuktikan bahwa Apple memiliki potensi untuk mengembangkan platform AI yang benar-benar bermanfaat bagi penggunanya.
Tantangan dari Kompetitor
Tentu saja, Apple menghadapi persaingan yang ketat dari para kompetitornya. Gemini Live, misalnya, menawarkan kemampuan yang lebih canggih dan interaktif. Ironisnya, Gemini Live kini juga tersedia secara gratis di iOS, sehingga membuat Visual Intelligence terasa sedikit tertinggal.
Namun, saya yakin bahwa Apple memiliki fondasi yang kuat untuk mengembangkan AI yang lebih baik lagi di masa depan. Dengan keunggulan dalam desain UI dan integrasi yang mulus, Apple memiliki potensi untuk menciptakan Apple Intelligence yang tidak hanya bergantung pada platform pihak ketiga.
Kesimpulan
Meskipun Apple Intelligence masih jauh dari sempurna, Visual Intelligence adalah bukti bahwa Apple memiliki potensi untuk mengembangkan platform AI yang benar-benar bermanfaat. Dengan terus berinovasi dan fokus pada pengalaman pengguna, Apple dapat mengejar ketertinggalannya dari para kompetitornya dan menghadirkan AI yang benar-benar cerdas dan berguna bagi para pengguna iPhone.
Tabel Perbandingan Fitur AI
| Fitur | Apple Intelligence (Visual Intelligence) | Gemini Live (Google) |
|---|---|---|
| Kemampuan Identifikasi | Objek, pemandangan, teks, lokasi | Lebih canggih, interaktif |
| Integrasi | ChatGPT, Google Search | Lebih terintegrasi dengan ekosistem Google |
| Ketersediaan | iOS | iOS & Android |
| Keunggulan | Desain UI yang mulus | Kemampuan interaktif yang lebih baik |
| Kekurangan | Tergantung pada pihak ketiga | – |

