diyetekno – Era AI generatif telah mengubah lanskap penulisan. ChatGPT, Gemini, dan DeepSeek mempermudah pembuatan email, ringkasan, hingga analisis nada tulisan. Namun, banjir konten AI berkualitas rendah juga menjadi tantangan. Artikel ini menguji 5 aplikasi pendeteksi AI untuk mengungkap akurasinya.
Perang antara penulis manusia dan AI semakin sengit. ChatGPT kini mampu menulis ulang konten agar terhindar dari deteksi. Sebagai jurnalis tekno, saya penasaran, siapa yang unggul dalam pertarungan ini?

Untuk menguji akurasi aplikasi pendeteksi AI, saya menggunakan tiga sampel teks: bab buku yang saya tulis, surat lamaran kerja yang dibuat ChatGPT dengan instruksi untuk menghindari deteksi AI, dan artikel yang ditulis 50% oleh saya dan 50% oleh ChatGPT.
Berikut hasil pengujian terhadap lima aplikasi pendeteksi AI:
-
GPTZero: Aplikasi ini menjadi yang terbaik secara keseluruhan. Versi gratisnya memungkinkan deteksi teks dalam jumlah kecil tanpa berlangganan. Versi Premium (US$23,99 per bulan) menawarkan pemindaian dasar dan lanjutan. GPTZero berhasil mendeteksi surat lamaran kerja ChatGPT sebagai 100% buatan AI. Saat memindai artikel campuran (50% manusia, 50% AI), GPTZero memberikan hasil paling akurat, yaitu 58% buatan manusia.
-
Originality.AI: Alat komprehensif ini memberikan hasil deteksi yang detail. Paket Pro seharga US$12,95 per bulan memberikan 2.000 kredit. Originality.AI dengan cepat melabeli bab buku saya sebagai 100% tulisan manusia. Namun, aplikasi ini gagal mendeteksi artikel campuran, dan menganggapnya 100% orisinal.
-
Grammarly: Aplikasi ini dirancang untuk membantu menulis tanpa kesalahan dan menghindari plagiarisme, tetapi juga menyertakan pendeteksi AI. Sayangnya, antarmukanya membingungkan karena menggabungkan deteksi plagiarisme dan AI. Grammarly juga gagal mendeteksi surat lamaran kerja ChatGPT dan artikel campuran.
-
Winston AI: Mirip dengan Originality.AI, Winston AI memberikan skor 96% untuk bab buku saya. Aplikasi ini berhasil mendeteksi surat lamaran kerja ChatGPT sebagai 100% buatan AI. Winston AI juga cukup akurat dalam mendeteksi artikel campuran, dengan memberikan skor 46% kemungkinan buatan manusia.
-
Monica: Aplikasi ini menjadi yang kurang efektif karena memiliki banyak fungsi, dan deteksi AI hanyalah salah satunya. Monica menggunakan layanan deteksi dari Copyleaks, GPTZero, dan ZeroGPT. Aplikasi ini gagal mendeteksi artikel campuran, dan menganggapnya 100% buatan manusia.
Kesimpulan:
GPTZero menjadi aplikasi pendeteksi AI paling akurat dalam pengujian ini. Namun, penting untuk diingat bahwa tidak ada aplikasi yang sempurna. Hasil deteksi AI harus selalu diverifikasi dengan cermat. Seiring dengan perkembangan teknologi AI, alat pendeteksi AI juga akan terus berkembang.

