diyetekno – OpenAI, raksasa di balik ChatGPT, kini membuka diri lewat podcast mingguan. Langkah ini memberikan kita akses langka ke pemikiran internal perusahaan tentang perkembangan AI, dari popularitas ChatGPT hingga kekhawatiran tentang masa depan teknologi ini. Mari kita bedah apa saja yang terungkap dari dua episode perdana podcast OpenAI.
Lahirnya ChatGPT: Hampir Bernama "Chat" Saja!

Episode kedua podcast mengungkap fakta menarik di balik peluncuran ChatGPT. Tim OpenAI hampir menamai produk mereka "Chat" saja. Nick Turley, kepala ChatGPT, bahkan mengira metrik mereka bermasalah karena popularitas tool ini yang meledak. ChatGPT viral di Jepang pada hari ketiga peluncuran, dan mendunia di hari keempat. Bahkan, sehari sebelum peluncuran, tim masih terpecah karena performa ChatGPT yang belum memuaskan.
Kapan GPT-5 Rilis?
Sam Altman sempat menyinggung GPT-5 di episode pertama podcast. Kapan tanggal rilisnya? Sayangnya, belum ada kepastian. Altman hanya mengulangi perkiraan bahwa model terbaru ini akan hadir di "musim panas". OpenAI juga mempertimbangkan skema penamaan baru, seperti GPT-5, GPT-5.1, untuk menghindari kebingungan. Namun, dengan banyaknya talenta OpenAI yang hijrah ke Meta AI dan perusahaan lain, rilis GPT-5 bisa saja tertunda.
Iklan di ChatGPT? Tidak Sekarang!
OpenAI belum memasang iklan di platform mereka. Altman menekankan pentingnya menjaga kepercayaan pengguna. Ia khawatir iklan dapat merusak kredibilitas AI. Opsi monetisasi lain mungkin akan dieksplorasi di masa depan, tetapi untuk saat ini, OpenAI akan tetap bebas iklan.
Insiden "Sycophancy" dan Bias
ChatGPT sempat mengalami insiden "sycophancy", di mana model menjadi terlalu ramah dan menyenangkan. Hal ini justru membuat interaksi terasa aneh dan tidak nyaman. OpenAI juga menanggapi tudingan bahwa ChatGPT terlalu "woke". Mark Chen, Chief Research Officer OpenAI, menjelaskan bahwa hal ini muncul dari reinforcement learning dari umpan balik manusia, yang secara tidak sengaja menciptakan bias untuk memberikan respons yang menyenangkan. OpenAI dengan cepat merespons masalah ini, karena kegunaan jangka panjang jauh lebih penting daripada chatbot yang terlalu ramah.
Memori AI: Antara Manfaat dan Privasi
Peningkatan kemampuan memori adalah salah satu fitur yang paling banyak diminta untuk ChatGPT. Turley memprediksi bahwa dalam dua atau tiga tahun, asisten AI akan mengenal pengguna dengan sangat baik, sehingga kontrol privasi dan mode "off the record" akan menjadi sangat penting. Hal ini menimbulkan kekhawatiran tentang invasi privasi. ChatGPT saat ini memiliki fitur obrolan sementara yang tidak muncul di riwayat dan tidak digunakan untuk pelatihan. Model lain, seperti Claude dan Le Chat, lebih sensitif terhadap data pengguna.
Perangkat Baru OpenAI: Masih Jauh dari Selesai
Altman secara singkat membahas perangkat baru OpenAI yang dikembangkan bersama Jony Ive. Proyek ini sempat terhambat karena tuntutan hukum dari perusahaan yang mengklaim ide mereka dicuri. Altman mengatakan bahwa perangkat ini "masih lama" akan dirilis. Ia menjelaskan bahwa komputer saat ini tidak dirancang untuk dunia AI, sehingga mereka sedang menjajaki pendekatan baru untuk menciptakan teknologi yang lebih sadar akan kehidupan dan lingkungan pengguna.

