diyetekno – Samsung baru-baru ini meluncurkan pembaruan AI besar-besaran untuk jajaran TV 2025 mereka, termasuk integrasi Perplexity AI dan asisten Bixby berbasis AI generatif yang baru. Namun, pengalaman pengguna dengan fitur-fitur ini ternyata jauh dari memuaskan.
Untuk mengakses fitur AI ini, pengguna harus menyetujui untuk berbagi riwayat pencarian dan input mereka dengan Samsung. Setelah itu, tombol Vision AI pada remote TV akan membawa pengguna ke layar beranda dengan sapaan dari asisten virtual. Sayangnya, tidak jelas asisten mana yang berbicara, karena layar tersebut memberikan akses ke Perplexity dan Copilot, sementara Bixby justru absen dari daftar.

Pengalaman menggunakan Bixby dan Perplexity ternyata membingungkan dan tidak intuitif. Kedua asisten seringkali "bertabrakan" di layar, dengan cara interaksi yang terpisah. Bixby, misalnya, memerlukan kode pos pengguna untuk memberikan daftar acara TV yang relevan. Namun, proses memasukkan kode pos ini pun tidak berjalan mulus, dengan Bixby yang salah mengenali angka dan memerlukan pengulangan.
Ketika akhirnya berhasil mendapatkan kode pos yang benar, jawaban Bixby pun tidak terlalu membantu. Asisten ini hanya merekomendasikan berita pada pukul 4 sore atau film dari tahun 1986 pada jam yang sama, dengan tambahan video YouTube acak yang mungkin terkait dengan kota pengguna.
Perplexity, di sisi lain, tidak meminta kode pos, tetapi justru membanjiri layar dengan teks dari berbagai sumber online. Informasi yang diberikan campur aduk dan sulit dibaca, disertai dengan gambar panduan TV beresolusi rendah yang buram.
Secara keseluruhan, pengalaman menggunakan fitur AI pada TV Samsung ini mengecewakan. Asisten virtual terasa mengganggu dan tidak memberikan informasi yang berguna. Prosesor TV kelas bawah pun kesulitan untuk menjalankan fitur-fitur ini dengan lancar.
Ada cara yang lebih mudah untuk mencari tahu acara TV apa yang sedang tayang, tempat wisata yang menarik, atau cara membuat spaghetti. Apakah ada orang yang benar-benar menggunakan fitur-fitur ini?

