diyetekno – Sebagai seorang warga asli New York yang tumbuh besar di Queens, saya memiliki standar yang sangat tinggi untuk sebuah slice pizza. Pengalaman bertahun-tahun telah mengasah kemampuan saya membedakan mana pizza yang biasa saja dan mana yang benar-benar luar biasa. Perjalanan saya mencari pizza terbaik di kota yang terkenal dengan slice tipisnya ini, seringkali membawa saya ke berbagai sudut kota, dari Cuts & Slices, Macoletta, hingga New Park Pizza. Namun, pencarian tiada akhir ini kini telah menemukan dimensi baru, membawa saya kembali ke dunia kecerdasan buatan. Sejak Gemini terintegrasi dengan Google Maps, fitur ini telah menjadi asisten pribadi yang sangat berguna, mulai dari memberikan petunjuk arah hands-free saat mengemudi, informasi lalu lintas terkini, hingga mengidentifikasi tempat-tempat menarik di sekitar saya. Tak terkecuali, Gemini juga sangat handal dalam memberikan rekomendasi kuliner, menjadikannya teman setia saya saat ingin mencari tempat makan berikutnya.
Suatu ketika, saya menggunakan fitur obrolan "Ask Maps" di Gemini dalam Google Maps untuk meminta daftar tempat pizza terbaik di NYC. Yang mengejutkan, Gemini merekomendasikan sebuah tempat yang sangat populer di kalangan turis. Ekspektasi saya terhadap tempat-tempat semacam itu biasanya rendah, namun kali ini, hasilnya jauh melampaui dugaan. Ketika saya secara verbal meminta Gemini untuk menunjukkan jalan menuju "surga keju dan tomat", ia menyajikan berbagai pilihan tempat pizza berperingkat tinggi dari seluruh penjuru kota.

Gemini bahkan mengklasifikasikan rekomendasi tersebut ke dalam kategori-kategori menarik seperti "Modern Champions" (pizza terbaik di kota dan bahkan dunia!), "Historical Icons" (tempat pizza legendaris yang menjadi pondasi NYC), dan "Classic Favorites" (tempat wajib bagi setiap warga New York). Ini tentu mempermudah saya dalam menentukan destinasi pizza berikutnya. Syukurlah, Gemini tidak merekomendasikan chain pizza besar seperti Pizza Hut, sebuah poin plus mengingat reputasi AI yang belum selalu positif terkait merek restoran populer belakangan ini.
Satu tempat pizza yang paling menarik perhatian saya adalah Joe’s Pizza. Gemini memberikan deskripsi yang sangat menggoda, menyatakan, "Untuk slice klasik NYC terbaik, Joe’s Pizza adalah standar emasnya." Kebetulan, Joe’s Pizza hanya berjarak satu blok dari kantor saya di Times Square. Jadi, pada hari Kamis yang hujan dan dingin, saya memutuskan untuk meninggalkan meja kerja dan menuju ke sana untuk membuktikan apakah semua hype tentang Joe’s Pizza memang benar adanya. Setelah mengantre selama 30 menit bersama penduduk lokal dan turis, saya akhirnya mendapatkan dua slice dengan ekspektasi yang tinggi.
Sebagai seseorang yang sangat kritis terhadap pizza (Sbarro’s, misalnya, jelas bukan pizza sejati!), saya kembali dari perjalanan pizza siang itu dengan penilaian yang sangat tinggi untuk Joe’s Pizza. Gambaran yang diberikan Gemini di Google Maps mengenai daya tarik lokasi dan kelezatan pizzanya benar-benar tepat. Dua slice yang saya santap membuat antrean panjang di tengah hujan terasa sepadan. Sekali lagi, AI telah menunjukkan performa yang mengagumkan, berhasil membimbing saya ke destinasi kuliner lezat lainnya yang pasti akan saya rekomendasikan kepada sesama pecandu pizza.
Berinteraksi singkat dengan Gemini di Google Maps hanya untuk memuaskan hasrat kuliner kini menjadi salah satu hobi favorit saya. Memintanya menunjukkan arah ke restoran pizza bintang 4-5 adalah salah satu cara terbaik memanfaatkan chatbot Google di aplikasi Google Maps. Setelah mengetahui betapa enaknya Joe’s Pizza berkat janji-janji Gemini yang ambisius, saya semakin yakin untuk mempercayai rekomendasi pizza lainnya. Bisa dipastikan, saya akan segera mengunjungi Una Pizza Napoletana, John’s of Bleecker Street, dan Di Fara Pizza dalam waktu dekat. Jika Gemini di Google Maps mengatakan itu bagus, siapa saya untuk meragukannya?
Ikuti diyetekno.com di Google News dan jadikan kami sumber pilihan Anda untuk mendapatkan berita, analisis, dan ulasan terbaru. Langganan diyetekno.com di YouTube dan ikuti kami di TikTok.
Elton Jones, seorang jurnalis teknologi berpengalaman, meliput topik AI untuk diyetekno.com. Ia secara rutin menguji berbagai model AI terbaru, mulai dari ChatGPT hingga Gemini dan Claude, untuk mengevaluasi kinerja dan potensi mereka dalam meningkatkan produktivitas sehari-hari. Sejak tahun 2011, karyanya telah muncul di berbagai publikasi seperti The Christian Post, Complex, TechRadar, Heavy, dan ONE37pm, dengan fokus pada analisis yang jelas dan praktis. Saat ini, Elton berdedikasi untuk membuat AI lebih mudah diakses dengan menguraikan topik-topik kompleks menjadi wawasan yang berguna dan mudah dipahami bagi berbagai kalangan pembaca.

