diyetekno – Selama satu dekade terakhir, kita sering mendengar narasi bahwa gaming mobile adalah masa depan. Namun, sebagai seorang reviewer smartphone berpengalaman yang telah menguji berbagai perangkat, saya harus mengakui bahwa skeptisisme masih sering menghinggapi banyak dari kita. Teknologi yang ada di masa lalu kerap gagal menghadirkan pengalaman bermain yang memuaskan, membuat gaming konsol dan PC tetap unggul jauh di depan. Pertanyaannya, apakah Galaxy S26 Ultra terbaru dari Samsung mampu mengubah pandangan ini? Saya menghabiskan enam jam penuh menguji perangkat ini dengan salah satu game mobile paling menuntut saat ini, Genshin Impact, dan hasilnya sungguh mengejutkan.
Pilihan Game yang Krusial

Memilih judul game yang tepat untuk menguji kapabilitas performa Galaxy S26 Ultra adalah langkah krusial. Game tersebut tidak hanya harus mampu mendorong batas kemampuan ponsel flagship Samsung ini, tetapi juga harus dikenal luas di kalangan komunitas gamer mobile. Pilihan saya jatuh pada Genshin Impact. Dikembangkan oleh miHoYo (dengan HoYoverse sebagai distributor global), Genshin Impact dirilis pada tahun 2020 untuk Windows, PlayStation 4, dan yang terpenting, iOS serta Android. RPG aksi ini telah meraih popularitas luar biasa dan kemudian juga hadir di PlayStation 5 dan Xbox Series X|S.
Dengan reputasi kritis yang cemerlang, basis pemain yang solid, dan kemampuan lintas platform, Genshin Impact adalah medan uji yang sempurna. Game ini mencatat lebih dari 23 juta unduhan di minggu pertama peluncurannya dan sejak itu menjadi ikon gaming mobile. Dunianya yang memukau, grafis yang hidup, dan pertarungan serba cepat menawarkan variasi tantangan yang ideal untuk menguji S26 Ultra hingga batas maksimalnya. Tentu saja, saya memainkan game ini dengan semua pengaturan grafis di level tertinggi: kualitas SFX tinggi, resolusi render tertinggi, kualitas bayangan tinggi, detail lingkungan tertinggi, motion blur, dan bloom semuanya diaktifkan.
Performa Awal yang Mengesankan
Memasuki dunia Teyvat di Genshin Impact terasa sangat mulus. Proses loading game, meskipun melalui beberapa layar, hanya memakan waktu sekitar 30 detik. Memang, konsol khusus mungkin sedikit lebih cepat, tetapi 30 detik ini jauh lebih singkat dibandingkan menunggu satu menit penuh yang sering terjadi pada generasi smartphone sebelumnya. Dengan target 60fps yang berjalan lancar, saya langsung terkesima dengan kemudahan navigasi di pengaturan dan menu game. Galaxy S26 Ultra tidak menunjukkan tanda-tanda tekanan awal.
Saat melangkah masuk ke dalam game, saya memutuskan untuk meluangkan waktu sejenak menjelajahi lanskap Teyvat yang subur. Pemandangan yang kaya akan tanaman hijau dan struktur buatan manusia yang memukau, dengan pencahayaan kompleks, benar-benar menguji chipset Snapdragon kustom ponsel ini. Baik itu lanskap gurun yang kering kerontang atau latar belakang hutan yang lebih rimbun, saya takjub dengan tingkat detail yang berhasil ditangkap oleh Galaxy S26 Ultra. Chipset Snapdragon 8 Elite Gen 5 menunjukkan performa awal yang sangat menjanjikan, mampu mengatasi momen-momen sulit tanpa lag yang berarti.
Faktor Imersi yang Memukau
Satu hal yang patut disoroti adalah ukuran Galaxy S26 Ultra. Tren layar ponsel yang semakin besar telah kita saksikan dalam beberapa tahun terakhir, dan dengan bentang 6,9 inci, layar flagship terbaru Samsung ini menawarkan tontonan sinematik yang luar biasa. Ditambah dengan sistem speaker stereo fidelitas tinggi yang menyajikan keseimbangan audio yang menjanjikan, saya merasa ada kedalaman nyata pada setiap visual dan suara yang saya alami di Genshin Impact. Untuk sesaat, rasanya smartphone ini benar-benar mampu menyaingi dunia konsol.
Uji Ketahanan: Ketika Maraton Mulai Menantang
Namun, setelah sesi bermain yang lebih panjang, dinamika mulai sedikit berubah. Semakin lama saya bermain, semakin banyak ketidaksempurnaan framerate yang saya perhatikan. Lag sesekali mulai muncul, dan dengan pemanasan ponsel yang bertahap namun terkontrol, menjadi jelas bahwa gaming mobile, setidaknya pada perangkat ini, lebih cocok untuk "sprint" daripada "maraton."
Adegan-adegan pertarungan yang intens dan ramai mulai memberikan dampak yang terlihat pada performa Galaxy S26 Ultra. Dengan banyaknya musuh dan efek SFX yang detail saling berebut dominasi visual, inkonsistensi memang jarang terjadi, tetapi tetap ada. Jadi, meskipun Galaxy S26 Ultra jauh lebih baik untuk gaming dibandingkan banyak perangkat mobile lain yang pernah saya coba, Genshin Impact masih terasa seolah bukan fokus utama ponsel ini. Dan sejujurnya, mengapa harus demikian? Ini adalah sebuah smartphone, bagaimanapun juga. Masih ada celah yang mencolok antara performa ponsel dan konsol.
Berikut adalah ringkasan pengalaman bermain Genshin Impact di Galaxy S26 Ultra:
| Aspek Pengujian | Kinerja Awal (0-1 jam) | Kinerja Jangka Panjang (1-6 jam) |
|---|---|---|
| FPS | Stabil 60fps | Sedikit inkonsistensi, lag sesekali |
| Grafis | Sangat memukau, detail tinggi | Tetap baik, namun ada penurunan saat adegan ramai |
| Suhu Perangkat | Normal | Hangat, namun masih terkontrol |
| Waktu Muat | Cepat (sekitar 30 detik) | Konsisten cepat |
| Audio/Visual | Imersif, layar lebar, speaker jernih | Tetap imersif |
| Kesimpulan | Sangat memuaskan | Cukup baik, namun bukan untuk maraton gaming |
Kesimpulan: Alternatif yang Menjanjikan
Meskipun demikian, mengingat Galaxy S26 Ultra bukanlah perangkat stasioner bertenaga listrik seperti PS5, ia menangani tuntutan intens Genshin Impact dengan sangat baik. Gaming mobile memang belum menjadi ancaman serius bagi platform PC dan konsol utama, tetapi ia adalah alternatif yang sah yang dapat menyediakan akses cepat, mudah, dan memuaskan ke judul-judul AAA favorit Anda. Untuk pengalaman yang lebih lengkap, ponsel gaming khusus menawarkan fitur tambahan seperti tombol pemicu bahu dan mekanisme pendingin yang lebih baik. Namun, Galaxy S26 Ultra mendapatkan "seal of approval" saya untuk pengalaman bermain jangka pendek yang mudah diakses dan memuaskan.

